Mangayubyo Calhaj Karanganyar, Din Syamsudin : Pasca Ibadah Adalah Masa Pembuktian

0
244

KARANGANYAR – Tidak sedikit jamaah haji yang berangkat ke tanah suci hanya sekedar selfi dan vidcall – vicallan, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, Din Syamsudin, ketika memberikan tausiah dalam pengajian Mangayubagyo Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Kabupaten Karanganyar Tahun 2022 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar, Jum’at malam (27/5).

Menurut Din, hal utama sebagai bukti mabrurnya ibadah haji adalah pasca ibadah haji. Dirinya berharap seluruh calon jamaah haji di Kabupaten Karanganyar akan menjadi haji mabrur. Ia menegaskan bahwa berangkat berhaji merupakan perjalanan ke rumah sang kekasih, calhaj merupakan tamu Allah yang maha pengasih sehingga calhaj harus berbahagia karena akan bertamu ke rumah sang kekasih.

“Dan Bapak – Bapak, Ibuk – Ibuk, jamaah calon haji adalah Duyufurrahman (Tamu Allah yang Maha Penyayang)”, tuturnya.

Din juga bangga kepada para calhaj Karanganyar. Setelah 2 tahun pandemi dan pengajian off sementara, ternyata antusias calhaj Kabupaten Karanganyar dan keluarga sangat tinggi.

“Ini menunjukkan bahwa gairah beragama, atau gairah berhaji masyarakat di Kabupaten Karanganyar ini sangat tinggi”, tambahnya.

Ketua PDM Karanganyar, Muh Samsuri.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar, DR. Muh Samsuri mengatakan kegiatan pengajian akbar Mangayubagya Haji merupakan kegiatan tahunan yang sudah 2 tahun tidak dilaksanakan karena pandemi yang bertujuan untuk membangun silaturahmi.

Samsuri mengajak kepada seluruh Calhaj untuk mempersiapkan bekal dengan sebaiknya selama berhaji, menurutnya sebaik – baik bekal adalah takwa.

“Berbekallah kamu sekalian karena bekal yg terbaik adalah bekal takwa”, tuturnya.

Penyerahan tali asih oleh PKU Muhammadiyah Karanganyar, diserahkan oleh Ketua PDM Muh Samsuri, Ketua MPKU Muhammadiyah Suratmo dan Direktur RS PKU Muhammadiyah, Aditya Nur Cahyanto.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Pengajian akbar mengambil tema “Meraih dan Memelihara Haji Mabrur Sebagai Perwujudan Ketakwaan Kepada Allah SWT”. Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, calhaj beserta keluarga dan masyarakat umum. Dalam kesempatan tersebut Bupati Juliyatmono mengajak seluruh peserta pengajian untuk bersama – sama mendoakan Almarhum Buya Syafii Maarif, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1998 – 2005. (Okie/foto:Asep)

Bagikan