Ayat Al-Quran Yang Pertama Kali Turun

0
435

Al-qur’an pertama kali turun tidak langsung menjadi buku seperti sekarang, tetapi berupa penggalan ayat yang disampaikan oleh malaikat Jibril yang menirukan perkataan Allah SWT. Tersebar dibeberapa tempat seperti batu, pelepah kurma, daun, tulang dan lain sebagainya termasuk ingatan para sahabat. Ustad ahmad menceritakan secara singkat bahwa, Jibril tidak membawa apa-apa ditangannya hanya dengan membacakan ayat al-quran dengan suaranya lalu didengar Nabi Muhammad SAW masuk kehati sanubari Nabi Muhammad SAW dan tersimpan abadi. Nabi pulang dengan keadaan yang ketakutan setelah diberi wahyu oleh Allah lewat malaikat Jibril, sebenarnya ayat apasih yang pertama kali turun? hingga nabi saja pulang dalam keadaan gelisah. Mari kita bahas dalam pembahasan selanjutnya.

Ada beberapa pendapat mengenai ayat-ayat yang pertama kali turun, tentunya memiliki alasan yang bisa diperbuat. Pendapat pertama ada yang mengatakan bahwa ayat yang mula-mula turun adalah surat Al-fatihah, pendapat ini berdasrkan Riwayat Maisarah, melalui Abu Ishaq, katanya setelah Rasulullah SAW mendengar suara lalu dia mengarahkan, Rasulullah sendiri yang menyebutkan turun malaikat kepadanya. Pendapat ini juga dikemukakan oleh imam Muhammad ‘Abduh, bahwa surat yang mula-mula turun adalah Al-fatihah dengan alasan:

a. Terletak dipermulaan Al-kitab (Al-Qur’an),

b. Mengingat kandungannya yang lengkap, melengkapi segala isi al-Qur’an, yang menyebabkan kita harus memandangnya fihris ringkas lengkap bagi segala isi Al-Qur’an,

c. Hadist yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam kitab Dalilun Nubuwah.

Pendapat kedua ada juga yang mengatakan Ayat yang turun pertama adalah Bismillahirrahmannirrahim Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang” Bismillah itu turun sebagai sumber pengambilan bagi setiap surat. Hadis-hadis yang dijelaskan ini adalah Mursal (sanadnya terputus).

Ada penjelasan bahwa ayat yang pertama kali turun adalah surat Al-Alaq. Ungkapan bahwa Rasulullah SAW menerima Al-qur’an yang diturunkan dari padanya menegaskan suatu kekuatan yang dipegang seseorang dalam menggambarkan segala yang turun dari tempat yang lebih tinggi. Pendapat ini menurut hadist Syaikhan, Aisyah mengatakan awal pertama (permulaan) Rosulullah SAW menerima wahyu berupa mimpi shadiq dalam waktu tidurnya. Tidak pernah beliau bermimpi seperti itu selama ini. Datang kepadanya seperti Falak di waktu subuh. Setelah itu dia ingin ingin bersunyi-sunyi diri. Maka pergilah beliau ke Gua Hira’. Disinilah (Gua Hira’) beliau sendiri sampai beberapa malam dan untuk itu beliau menyiapkan perbekalan. Sesudah itu beliau kembali ke Siti Khadijah. Oleh Khadijah dipersiapkan perbekalan seperti yang pertama, demikianlah sampai turunnya Wahyu. Di waktu itu beliau berada di Gua Hira’,datang kepadanya malaikat. Kata Malikat itu “Bacalah”. Kata Rosul “Aku tidak pandai membaca”. Maka diambilah Aku dan dirangkulnya kuat-kuat sehingga Aku kepayahan. Setelah itu bersyukur Aku kembali, seraya berkata “Bacalah”.Kataku “Aku tidak pandai membaca”. Aku dirangkulnya untuk kedua kalinya sehingga Aku kepayahan. Setelah itu lahirlah kembali, seraya berkata “Bacalah”. Kataku “Aku tidak pandai membaca”. Lantas Aku dirangkulnya untuk ketiga kalinya. Sudah itu menemukan kembali seraya berkata “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan engkau yang menjadikan”. Sesudah itu badan Rosulullah gemetar dan kemudian pulang kerumahnya. Maka diambilah Aku dan dirangkulnya kuat-kuat sehingga Aku kepayahan. Setelah itu bersyukur Aku kembali, seraya berkata “Bacalah”.Kataku “Aku tidak pandai membaca”. Aku dirangkulnya untuk kedua kalinya sehingga Aku kepayahan. Setelah itu lahirlah kembali, seraya berkata “Bacalah”. Kataku “Aku tidak pandai membaca”. Lantas Aku dirangkulnya untuk ketiga kalinya. Sudah itu menemukan kembali seraya berkata “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan engkau yang menjadikan”. Sesudah itu badan Rosulullah gemetar dan kemudian pulang kerumahnya. Maka diambilah Aku dan dirangkulnya kuat-kuat sehingga Aku kepayahan. Setelah itu bersyukur Aku kembali, seraya berkata “Bacalah”.Kataku “Aku tidak pandai membaca”. Aku dirangkulnya untuk kedua kalinya sehingga Aku kepayahan. Setelah itu lahirlah kembali, seraya berkata “Bacalah”. Kataku “Aku tidak pandai membaca”. Lantas Aku dirangkulnya untuk ketiga kalinya. Sudah itu menemukan kembali seraya berkata “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan engkau yang menjadikan”. Sesudah itu badan Rosulullah gemetar dan kemudian pulang kerumahnya. Sudah itu menemukan kembali seraya berkata “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan engkau yang menjadikan”. Sesudah itu badan Rosulullah gemetar dan kemudian pulang kerumahnya. Sudah itu menemukan kembali seraya berkata “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan engkau yang menjadikan”. Sesudah itu badan Rosulullah gemetar dan kemudian pulang kerumahnya.

Dikatakan pula bahwa yang pertama kali turun adalah QS Al-Mudatsir ayat 1 : “Ya ayyuhal muddassir” (wahai orang yang berselimut). Ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh 2 ahli hadits Syaikh: Dari Abu Salamah bin Abdurrahman; dia berkata: “aku telah bertanya kepada Jabir bin Abdullah: yang berada di antara Qur’an itu yang turun pertama kali? Dia menjawab: Ya ayyuhal muddassir. Aku bertanya lagi: ataukah iqra’ bismi rabbik? dia menjawab: ‘Aku katakan katakan apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepada kami: “sesungguhnya aku berdiam diri di fua Hira.Maka ketika habis masa diamku,aku turun lalu aku telusuri lembah. Aku melihat kemuka, kebelakang, kekanan dan kekiri. Lalu aku lihat kelangiyt tiba-tiba aku melihat jibril yang sangat menakutkan. Maka aku pulang ke khodajah. Khodijah memerintahkan mereka untuk mendekap aku. Merekapun aku. Lalu Allah menurunkan: “wahai orang yang berselimut, bangkitlah, lalu berilah peringatan”

Mengenai hadist jabir ini, dapatlah dijelaskan bahwa pertanyaan itu mengenai surat yang diturunkan secara penuh. Jabir menjelaskan bahwa surat muddassirlah yang turun secara penuh sebelum surat iqra’ selesai di turunkan, karna yang turun pertamakali dari surat iqra’ itu hanyalah asalnya saja. Hal yang demikian ini juga di perkuat oleh hadist abu salamah dari jabir yang terdapat dalam sahih bukhori dan muslim.
Nah itu tadi beberapa fakta tentang ayat-ayat yang pertama kali turun, dapat diperoleh bahwa tidak ada yang tahu pasti tentang kebenarannya, tapi setidaknya ada beberapa pendapat yang bisa dijadikan referensi diantaranya: a. Surah Alfathikhah, b. Ayat Bismillahirahmannirrahim, c.Surah Al-Alaq 1-5, d.Surah Al-Mudatsir ayat 1. Sejarah tentang ayat pertama kali turun memang perlu dibahas untuk mengetahui sejarah islam, tetapi memahami isi Al-quranlah yang paling penting, karna Al-quran pedoman umat islam di dunia.

(Eni Nur Yuliana)

Bagikan