Hafidzullah Penyandang Celebral Palsy, Ghirah Dik Fajar Hadir di Masjid Agung

0
657

Karanganyar, Senin(17/04/2017) – Jauh – jauh hari jelang Ramadhan, berbagai kegiatan dengan aroma sambut bulan suci umat muslim semakin terasa. Begitu juga suasana di Masjid Agung Karanganyar, Sabtu ( 13/4) sore kemarin lepas Ashar, terlihat begitu makmur dengan sebuah acara yang dipadati sekitar 2500 pengunjung, yang sebagian besar adalah anak anak santri pondok pesantren atau santri TPA, tentu saja banyak yang diantar kedua orang tua dan asatidz . Acara tersebut bertajuk _”Spesial Berbagi Hikmah Sambut Ramadhan”. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Aliansi Umat Islam Karanganyar, yang merupakan reuni aktifis 212.

Ustadz Fadhlun Ali selaku Ketua Panitia membuka acara dengan mempresentasikan kegiatan yang sangat menginspirasi dan ditunggu para santri pecinta Quran ini. Pentolan Aktifis Islam karanganyar tersebut menyampaikan dan berharap selain untuk reuini juang 212 kegiatan ini untuk menyuntikkan ghirah yang lebih besar lagi kepada masyarakat muslim dalam mencintai, memahami, menghafal dan berinteraksi dengan Quran.

Acara ini sedianya akan dihadiri Wabup Karanganyar Rohadi Widodo, tetapi dikarenakan padatnya agenda Wabup maka diwakili oleh Drs Agam Bintoro MSi, Humas dan Telekomunikasi SETDA Kab. Karanganyar. Dalam sambutannya Agam sampaikan amanah salam dari Wabup dan mengharap acara ini memacu seluruh pengunjung, keluarga dan masyarakat Karanganyar untuk lebih menciptakan generasi Qur’ani di Bumi Intan pari.

Rundown acara berikutnya dipimpin MC Burhan alumni 212 menuju acara inti, yaitu sebuah talkshow, wawancara dengan Fajar Islami Abdurokhim Wahyudiono (11), yang pada acara ini dikenalkan dengan panggilan, ‘Dik Fajar’, seorang penderita Celebral Palsy atau lumpuh Otak yang telah menjadi seorang Hafidz pada usia 4,5 tahun.

Cerita hidup sang hafidz dibantu disampaikan oleh ayahnya, Joko Wahyudiono.

Cerita diawali dari hari pertama,
masa kelahiran dik Fajar, dengan suara bergetar mengungkapkan betapa sebagai orang tua harus menghadapi kelahiran buah hatinya secara prematur, dengan usia kehamilan 7 bulan, yang mana usia kelahiran prematur tersebut adalah masa – masa penyempurnaa fungsi organ jantung , otak dan organ vital lainnya.

Rasa shocked orang tua dik Fajar bertambah ketika dokter yang merawat menyampaikan bahwa Bayinya mwnderita penyakit Celebral Palsy (CP) atau lumpuh otak yang memang procentage kejadiannya sangat tinggi pada kelahiran prematur.
Dokter juga memprediksi CP yg diderita bayinya bisa sangat mempengaruhi kemampuan motorik tangan dan kaki , keadaan terparahnya adalah suatu kelumpuhan organ (paralized).

Selaku orang tua joko pasrah dan menerima dengan ikhlas atas anugerah terindah dari Allah, tak lupa Joko selalu berprasangka baik pada Allah, bahwa yang diamanahkan padanya adalah putera yang hebat dan terbaik.
Pada hari berikutnya Joko hanya berpikir bagaimana cara merawat dan membantu bayinya untuk lebih survived dan teringatlah Joko pada Al Quran, kitab suci yang bisa juga sebagai obat, penyembuh, Asysyifa’.

Joko kemudian selalu memperdengarkan murattal Quran, dengan perangkat audio di dekat incubator sang bayi, sesekali Joko juga membacakannya sendiri secara rutin dan terus menerus dengan target minimal 1 juz sehari.

Pembacaan ayat – ayat Quran tersebut membawa perkembangan positif pada tumbuh kembang bayi Fajar, ketika buah hatinya tersebut berceloteh, yang keluar adalah potongan potongan ayat Al Quran.

Singkat cerita pada usia 4,5 Tahun sudah hafal Alquran meskipun urutanya belum tertata. Dengan bantuan seorang ustadz, akhirnya hafalan Dik Fajar diurutkan, pada usia 6 tahun Sang Hafidz telah sempurnakan hafalanya.

Dik Fajar yang lahir di Bandung, 2 Oktober 2006, akhirnya harus berpindah ke Solo, tepatnya di daerah Colomadu, Karanganyar, untuk melakukan therapi motorik nya.

Dan kebesaran Quran atas ijin Allah telah membantu dik Fajar mengatasi keterbatasan fisiknya, dan ternyata prediksi dokter pada awal kelahiranya, vonis kelumpuhan total, tidak terbukti.
Saat ini Dik Fajar yang berusia 11 tahun tercatat sebagai santri Ponpes Ibnu Abbas Klaten yang sedang giat belajar Bahasa Arab dan hafalan Hadist.

Sebuah keajaiban lain juga dirasakan oleh orang tua nya. Dik Fajar begitu cepat menguasai bahasa Arab.Ternyata hafalan Quran yang terformat diotaknya, sangat memudahkan penguasaan ilmu – ilmu lainnya.

Jalannya talkshow bersama dik Fajar berjalan khidmat dengan rasa takjub atas keajaiban Quran.
Dik Fajar yang mengenakan setelan baju taqwa warna putih, telihat sangat bercahaya wajah cerianya. Sesekali sang hafidz didaulat melantunkan ayat Quran , meneruskan bacaan yang dibaca dari hadirin, dan dengan lancar Dik Fajar meneruskannya.

Dalam sessi pembagian doorprize yang berupa 5 buku inspiring, Fajar sang Hafidz, para hadirin terlebih dahulu diberikan pertanyaan dari Putera Joko Widiyono dan Heny tersebut.
Dan potongan bacaan ayat dari surat Al Baqarah, Al Fath, Al Mulk, Luqman, An Naba juga berhasil ditebak dengan benar oleh hadirin yang sebagian besar adalah para santri tahfizul Quran.

“Alhamdulillaah,..senang sekali dapat hadiah buku inspiring Fajar”, ungkap Mohammad Al Fatih, santri Baitul Mukmin Qurani ( BMQ) Ngadiluwih, yang berhasil meneruskan potongan ayat surat Al Mulk dari sang Hafidz.

Juga kadang teriakan takbir dari Dik Fajar diteruskan oleh hadirin bergema di Masjid Kebanggaan Karanganyar tersebut.

Pada clossing statement, dari Joko Wahyudiono, memberikan support kepada seluruh yang hadir bahwa penciptaan lingkungan yang kondusif Qurani, baik lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar akan mempermudah dalam menghafal Quran.

“Kita sebagai orang tua, tidaklah harus menunggu menjadi ustadz agar tercipta lingkungan yang Qurani..tapi harus kita mulai kondisikan”, saran dari Joko yang berlatar pendidikan S-3 Geologi dan Heny yang kuliah Fak Bahasa Inggris.

Jelang adzan magrib acara berakhir, dengan ditandai foto bersama dengan sang Hafidz.

Pengunjung acara ini terlihat puas dengan suntikan ghirah yg luar biasa untuk menghafal Quran dari sang Hafidzullah penderita lumpuh Otak. (Adhi/Abu Haidar Ngadiluwih)