Berkah Pandemi, Muhammadiyah Menggagas Sekolah Online / Open Learning

0
788

KARANGANYAR – Pandemi Covid-19 tidak selamanya memberikan dampak negatif bagi dunia pendidikan. Justru dengan pandemi manusia mulai kreatif dalam penggunaan teknologi di bidang pendidikan. Dulu salah satu alasan mengapa seseorang tidak melanjutkan pendidikan adalah jarak/geografis. Tetapi hal ini tampaknya tidak bisa dijadikan alasan lagi karena sudah ada teknologi. Bahkan karena pandemi aktifitas belajar – mengajar dilakukan secara online.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum PP Muhamamdiyah Prof. Dr. H. Abdul Mu’thi, M.Ed dalam memberikan ceramah pada kegiatan Rakerpimda Pimpinan Daerah Muhammadiyah pagi tadi (3/1). Menurut Abdul Mu’thi, dalam pandemi ini Muhammadiyah akan mengembangankan 3 sistem pembelajaran, yaitu pembelajaran tatap muka, tatap muka dan online, dan sekolah online. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) ini menambahkan dirinya beserta tim BSNP sedang menggodok metode pendidikan jarak jauh.

“Saya di BNSP sudah menyusun pendidikan jarak jauh, jadi poinnya begini, pendidikan itu harus kita berikan seluasnya kepada anak bangsa. Pada UUD Sisdiknas yang mau diganti itu ada pendidikan jarak jauh yaitu guru dan murid tidak berada pada ruang dan waktu yang sama. Tetapi pendidikan jarak itu hanya sebagian kecil saja yang dirumuskan”, tuturnya.

Abdul Mu’thi ketika memberikan materi dalam Rakerpimda ke-3 PDM Karanganyar

Abdul Mu’thi menambahkan tren kedepan pendidikan di Indonesia adalah jarak jauh atau open learning. Open learning ini berbeda dengan Universitas Terbuka. Meski saat ini belum ada dasar hukumnya, ia optimis pendidikan jarak jauh/open learning/sekolah online ini bisa menjadi metode pendidikan masa depan dengan kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Tapi untuk saat ini belum ada dasar hukummnya, bila sudah fix, maka zonasi sudah tidak berlaku lagi”, tambahnya.

Tren sekolah online ini jelas Abdul Mu’thi sedang menjadi tren di perguruan tinggi karena pembiayaannya yang murah. Hal inilah yang nantinya akan juga dikaji oleh Muhammadiyah.

Terkait rencana Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar yang akan mendirikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Institut Sains dan Teknologi Ki Bagus Hadikusumo Karanganyar, dirinya menyambut baik hanya saja dengan beberapa catatan salah satunya adalah pengelolaan harus baik karena banyak perguruan tinggi setelah berdiri menjadi ‘hidup segan mati tak mau’.

“Silahkan dikaji seksama dikaji dengan pertimbangan yang matang, jangan sampai kampus ini nanti tidak berkembang. Saya kira kita perlu melihat secara realistis, sekarang ini pendirian relatif mudah, tapi yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola perguruan tinggi ini. Jangan sampai setelah keluar izin terus kemudian mati”, tambahnya.

Penandatangan dan lauching buku “Ghirah Dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Karanganyar”, oleh Ketua PWM dan PDM Karanganyar

Kegiatan Rakerpimda ke-3 ini, ada 2 (dua) agenda pokok. Pertama, laporan realisasi kegiatan PDM dan Majelis/Lembaga Tahun 2019-2020 dan kedua, rencana program unggulan PDM dan Majelis/Lembaga tahun 2021-2022. Rakerpimda dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, Tafsir, M.Ag, para pimpinan Majelis Lembaga dan diikuti oleh Aum/ortom secara online melalui aplikasi Zoom.

Pada Rakerpimda ini juga dilakukan launching Buku “Ghirah Dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Karanganyar” yang berisikan sejarah Muhammadiyah di Karanganyar. (MPI PDM Kra – Oki)

GALERI FOTO (Oleh Paksi Hidayatullah)