Temu Kader Muhammadiyah: Dahnil-Zakiyudin Dorong Muhammadiyah Gelorakan Semangat Kebangsaan

0
485

NEWSKABAR12, KARANGANYAR – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Muhammadiyah Solo Raya sukses menggelar Temu Kader bertajuk “Regenerasi Kader untuk Kemajuan Persyarikatan dan Bangsa” di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Jumat (9/5/2025). Acara ini menghadirkan tokoh nasional dan kader Muhammadiyah, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak (Wakil Kepala BPKH) dan Dr. Zakiyudin Baidhawy (Wakil Ketua PWM Jawa Tengah), serta dihadiri Ketua MPKSDI Solo Raya, Ketua PDM Karanganyar, dan puluhan kader muda.

Dalam sambutannya, Zainudin Ahpandi, S.E., Ketua Panitia MPKSDI Karanganyar, menyampaikan bahwa kader Solo Raya telah menjadi tulang punggung PDPM Jawa Tengah selama tiga periode. “Meski acara ini diagendakan mendadak, antusiasme kader luar biasa. Harapannya, petuah narasumber hari ini bisa memantik semangat AMM Solo Raya untuk terus berkarya dan mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah,” ujarnya.

Muhammad Arief, Ketua PDM Karanganyar, memberikan motivasi unik melalui analogi buah: “Pemuda Muhammadiyah harus ‘kecut’ (asam) dulu, agar di masa tua menjadi ‘manis’. Jika muda sudah manis, sebelum tua bisa busuk duluan. Semoga acara ini menumbuhkan semangat AMM tanpa batas.”

Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya kaderisasi multidimensi dengan dakwah sebagai fondasi. “Kita butuh dai muda yang adaptif. Kader boleh terjun ke politik, tapi jangan sampai lupa tugas utama: dakwah. Pemuda Muhammadiyah harus tetap kritis dan progresif,” tegasnya. Ia juga mendorong kader untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Zakiyudin Baidhawy menambahkan soal hierarki komitmen kader: “Prioritasnya: pertama jadi kader bangsa, lalu kader umat, baru persyarikatan. Jika tak bisa jadi kader bangsa, minimal jadi kader umat atau Muhammadiyah.” Ia mengakui tantangan transformasi kader ke level kebangsaan sebagai salah satu isu krusial pasca-Muktamar ke-48.

Acara berlangsung khidmat dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana kader muda menyampaikan gagasan kritis seputar penguatan peran organisasi di era digital. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, mengukuhkan semangat kolaborasi dan regenerasi kader.