Jelang Muktamar 2027, Amien Rais Usul Penguatan Standar Qur’ani bagi Pimpinan Muhammadiyah

0
27
Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A. saat memaparkan pentingnya penguatan standar Qur'ani bagi calon pimpinan Muhammadiyah pada acara Halal Bihalal di Karanganyar, Sabtu (11/4).

kabarduabelas.com, KARANGANYAR – Tokoh nasional Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A., memberikan catatan strategis mengenai penguatan kualitas kepemimpinan organisasi menjelang Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Medan tahun 2027. Amien mengusulkan adanya pengetatan syarat bagi calon pimpinan pusat, khususnya dalam penguasaan literasi Al-Qur’an sebagai standar spiritualitas utama.

Pesan tersebut disampaikan Amien Rais saat menghadiri acara Pengajian Syawalan dan Halal Bihalal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM), Sabtu (11/4/2026). Di hadapan ribuan kader, ia menekankan pentingnya figur pimpinan yang memiliki kedalaman ideologi dan spiritual.

“Saya berharap pimpinan yang terpilih nanti adalah mereka yang identitas Muhammadiyah-nya mendarah mendaging. Sangat baik jika persyaratan calon anggota PP Muhammadiyah itu diperkuat dengan standar kefasihan membaca Al-Qur’an,” ujar Amien Rais.

Amien menjelaskan bahwa penguatan syarat ini bertujuan untuk memastikan fungsi keteladanan spiritual di jajaran pimpinan pusat tetap terjaga. Menurutnya, sebagai organisasi dakwah, pimpinan Muhammadiyah diharapkan selalu siap menjalankan peran-peran keumatan, termasuk dalam hal ibadah secara langsung.

Hal ini, lanjut Amien, sangat penting agar setiap gerak organisasi selalu berlandaskan pada hidayah dan nilai-nilai Al-Qur’an. “Al-Qur’an adalah pegangan pertama dan utama kita. Dengan komitmen yang kuat terhadap Al-Qur’an, organisasi akan selalu mendapatkan arah yang benar,” tambahnya.

Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif Babheir, menyambut positif pesan-pesan strategis tersebut. Menurutnya, kehadiran Amien Rais dalam momentum Halal Bihalal ini menjadi motivasi besar bagi seluruh kader di Karanganyar untuk terus meningkatkan kompetensi diri.

“Pesan Pak Amien menjadi dorongan bagi kami semua untuk terus memajukan umat, baik dari sisi keilmuan, kesejahteraan, maupun peradaban bangsa Indonesia secara umum,” jelas Arif.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan penegasan komitmen Muhammadiyah untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam pembangunan nasional. Dengan penguatan standar kepemimpinan ke depan, Muhammadiyah optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.