Kolaborasi Kampus Muhammadiyah Cetak Wirausahawan Digital Muda Berdaya Saing

0
1320

NEWSKABAR12, Karanganyar – Lebih dari 200 mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tumpah ruah di Aula UMUKA, Karanganyar, menyemarakkan seminar bertajuk “Digital Transformation Guide For Young Entrepreneurs”. Acara ini bukan sekadar pertemuan akademis, tapi langkah nyata kolaborasi dua kampus Muhammadiyah—UMLA dan UMUKA—untuk menjawab tantangan era digital lewat pemberdayaan wirausahawan muda.

“Ini momentum memperkuat sinergi antar-kampus sekaligus melatih mahasiswa berpikir out of the box. Mereka harus siap jadi pionir perubahan, bukan sekadar pencari kerja,” tegas Sarilan M Ali, Wakil Rektor II UMUKA, dalam pembukaan acara. Menurutnya, kolaborasi lintas fakultas seperti Fakultas Komunikasi dan Bisnis UMUKA dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLA adalah kunci mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan berani mengambil peran di tengah disrupsi teknologi.

Seminar ini menjadi jembatan antara teori di kelas dan dinamika riil industri. Mahasiswa diajak mengevaluasi konsep bisnis digital yang dipelajari selama ini, sambil menyelami peluang dan tantangan lewat studi kasus aktual. “Tak cukup hanya paham teori. Mereka harus mampu membaca tren, memanfaatkan platform digital, dan membangun ekosistem bisnis yang sustainabel,” papar Amir Amsori, Dekan Fakultas Komunikasi UMUKA, yang menjadi salah satu narasumber.

Suyitno ST, MM, Dekan FEB UMLA, menambahkan, transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, tapi juga pola pikir. “Jiwa entrepreneurship harus dibangun sejak dini. Di sini, mahasiswa belajar langsung bagaimana mengubah ide sederhana menjadi bisnis berbasis digital yang kompetitif,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi interaktif, di mana puluhan mahasiswa aktif bertanya seputar strategi pemasaran digital, manajemen risiko, hingga pembangunan merek di platform sosial media. Tak hanya mahasiswa, 17 dosen pendamping UMLA juga terlibat dalam diskusi strategis untuk merancang kurikulum berbasis digital yang lebih aplikatif.

Sarilan menutup acara dengan pesan optimis: “Kolaborasi seperti ini akan terus kami kembangkan, tidak hanya melalui seminar, tapi juga program magang lintas kampus, riset bersama, dan inkubasi bisnis. Targetnya, dalam dua tahun ke depan, muncul startup-startup berbasis SDM Muhammadiyah yang go national!”

Dengan semangat link and match antara akademisi dan industri, acara ini menjadi bukti: kampus tak hanya mengejar akreditasi, tapi juga menciptakan agen-agen perubahan yang siap mengubah tantangan digital menjadi peluang tanpa batas.