NEWSKABAR12, KARANGANYAR – Dahnil Anzar Simandjuntak, Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPKH) sekaligus mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, menjadi sorotan dalam Temu Kader yang digelar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Muhammadiyah Solo Raya di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, Jumat (9/5/2025). Acara bertajuk “Regenerasi Kader untuk Kemajuan Persyarikatan dan Bangsa” ini mengundang puluhan kader muda Muhammadiyah, dengan Dahnil sebagai narasumber kunci yang memaparkan visi strategis peran kader di era kontemporer.
Dalam paparannya, Dahnil menegaskan bahwa kader Muhammadiyah harus menjadi pionir di berbagai bidang, terutama dakwah Islam, sambil tetap adaptif dengan dinamika zaman. “Kita masih membutuhkan dai-dai muda yang tidak hanya paham ilmu agama, tetapi juga mampu merespons perubahan sosial, teknologi, dan budaya. Ini adalah tugas utama kita,” ujarnya di hadapan peserta.
Dahnil, yang dikenal sebagai tokoh muda nasional, menekankan pentingnya kader Muhammadiyah tidak hanya fokus pada dakwah, tetapi juga berkontribusi di bidang lain seperti politik, pendidikan, dan ekonomi. “Berkarya di politik boleh, asal tidak melupakan identitas sebagai kader dakwah. Jangan sampai kita larut dalam kepentingan pragmatis dan kehilangan sikap kritis,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kader muda tidak terjebak dalam romantisme masa lalu. “Pemuda Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan kebangsaan. Jangan hanya mengkritik, tetapi juga hadir dengan solusi konkret,” tambah Dahnil, disambut aplaus peserta.
Saat ditemui usai acara, Dahnil berpesan agar kader Muhammadiyah terus meningkatkan kapasitas diri. “Dunia berubah cepat. Jika kita tidak terus belajar, kita akan tertinggal. Jadilah pembelajar seumur hidup, kuasai banyak bidang, tetapi jangan lupa bahwa dakwah adalah jiwa kita,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi semangat kader Solo Raya yang disebutnya sebagai “lokomotif” PDPM Jawa Tengah. “Saya optimis, dengan kualitas kader di sini, Muhammadiyah Solo Raya akan terus melahirkan tokoh-tokoh yang tidak hanya berpengaruh di level lokal, tetapi juga nasional,” imbuhnya.
Pesan Dahnil diamini oleh Zakiyudin Baidhawy, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, yang turut hadir sebagai narasumber. “Apa yang disampaikan Pak Dahnil adalah cerminan dari tantangan nyata yang dihadapi persyarikatan. Transformasi dan diaspora kader ke level kebangsaan memang kompleks, tetapi harus kita kejar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDM Karanganyar Muhammad Arief dan Ketua MPKSDI Solo Raya Zainudin Ahpandi menyatakan bahwa kehadiran Dahnil menjadi “penyegar semangat” bagi kader. “Beliau adalah contoh nyata kader Muhammadiyah yang sukses berkontribusi di tingkat nasional tanpa kehilangan identitas,” kata Zainudin.
Acara yang berlangsung selama empat jam ini ditutup dengan sesi foto bersama dan diskusi informal antara Dahnil dengan puluhan kader muda. Banyak peserta terlihat antusias menyampaikan pertanyaan seputar penguatan peran organisasi di tengah arus globalisasi.
