Milad 107 Aisyiyah :Bupati Karanganyar Sanjung Selangit Peran Keumatan

0
811

KARANGANYAR – Aisyiyah, Organisasi Ortonom (Ortom) Muhammadiyah yang menangani kiprah ibu-ibu dalam dakwah amar ma’ruf nahy munkar menuju masyarakat islam yang sebenar-benarnya telah memasuki usia yang tidak muda lagi. 107 tahun (hijriyah) telah menjadi torehan usia yang sangat matang untuk sebuah organisasi wanita dapat bertahan, tentu tidak banyak organisasi sepertinya. Di Aula MI Muhammadiyah Karanganyar Ortom Istimewa Muhammadiyah ini menghelat Puncak Milad-107 Aisyiyah Kabupaten Karanganyar, Ahad (18/04).

Diluar kekurangan yang disandang, kumpulan ibu-ibu Aisyiyah ini mendapat banyak apresiasi dalam miladnya yang sudah melampaui usia satu abad. Selain Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar sebagai induk organisasi, pujian selangit disematkan oleh orang nomor satu di Kabupaten Intanpari (sebutan Kabupaten Karanganyar,red.)

“Kami merasa bersyukur berterima kasih dan bangga kepada Pimpinan Daerah Aisyiyah terhadap pergerakan keumatan Aiyiyah yang luar biasa aktifnya yang sudah menyemangati kegiatan-kegiatan kaum perempuan dengan beragam kegiatan bersinergi dengan pemerintah Kabupaten karanganyar, prestasi-prestasi juga terus ditorehkan oleh Aisyiyah, segudang prestasi telah dicatat dan diperolehnya dengan semangat istiqomah dijalur perjuangan Aiysiyah untuk mewujudakan tujuan besar Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya berdasar Al Qur’an dan As Sunah. Tahun ini kegiatan Aisyiyah sangat tepat di era pandemi Covid-19 merawat persatuan menebar kebaikan dimasa pandemi, karena Allah sedang menguji dimasa pandemi ini tetapi Aisyiyah tidak pernah luntur tidak pernah lekang justru makin tambah semangat meningkatkan kepedulian dengan sesamanya dengan berbagai kegiatan yang saya kira sangat hebat,” sebagian penggalan sambutan dan pembukaan secara virtual oleh Bupati Juliyatmono.

Menurut Kunti Basthona Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar, puncak Milad-107 sebagai implementasi instruksi Pimpinan Pusat Aisyiyah. “Pada resepsi Puncak Milad-107 Aisyiyah Karanganyar ini akan diisi Pengajian Akbar dengan pembicara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karananyar, kita sudah lama sekali tidak mendapat tausiyah pengajian secara langsung dari beliau. Selain itu juga akan diadakan Sosialisasi Bijak Sampah sebagai ujud membumikan Gerakan Muhammadiyah Peduli Sampah (GMPS) yang merupkan sinergi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup PDM Karanganyar, sosialisasi akan disampaikan salah satu kader terbaik Aisyiyah ibu Dyah Arum Ripdianti dari Colomadu yang berkecimpung di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) PDA Karanganyar,” terangnya.

Sementara itu Ketua PDM Karanganyar Muh. Samsuri dalam kajiannya selain mengawali dengan sejarah awal berdirinya Aisyiyah sebagai Ortom di Muhammadiyah juga menyoroti peran perempuan dalam dakwah. “Aisyiyah yang juga saya sebut sebagai pasangan dari Muhammadiyah mempunyai peran penting menangani gerakan-gerakan dakwah Muhammadiyah yang tidak bisa ditangani langsung oleh bapak-bapak Muhammadiyah. Misalnya, pengelolaan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah atau yang disebut TKA atau ABA (Aisyiyah Busthanul Atfal) ini tidak mungkin akan diurus oleh bapak-bapak dan saya tidak bisa membayangkan kalua tidak ditangani ibu-ibu Aisyiyah sebagai salah satu dakwah Muhammadiyah,” tegas Doktor Ilmu Hukum Islam ini.

(MPI PDM Kra-Joe)