Menteri PUPR Dody: SPAM Wosusokas Siapkan Air Bersih untuk 60 Ribu Pelanggan dengan Investasi Rp1,29 T

0
603

NEWSKABAR12, Wonogiri – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wosusokas direncanakan akan menambah 60 ribu sambungan rumah (SR) di Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Solo. Pembangunan sistem penyediaan air bersih ini, yang bernilai Rp1,29 triliun, ditargetkan selesai pada awal Maret 2025.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan hal tersebut setelah meninjau SPAM Regional Wosusokas di Wonogiri, Jawa Tengah, pada Sabtu (8/2/2025).

“Masyarakat akan dapat menikmati air minum berkualitas dengan harga terjangkau, dan pengoperasiannya akan dilakukan bekerja sama dengan PDAM setempat. Nilai investasi untuk sistem ini mencapai Rp1,29 triliun, dengan potensi penambahan 60 ribu sambungan baru,” jelas Dody.

Ia menambahkan bahwa pembangunan SPAM Regional Wosusokas dimulai secara bertahap sejak 2023, termasuk unit produksi dan distribusi. Pekerjaan unit produksi mencakup pembangunan tiga unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gajah Mungkur dengan kapasitas 750 liter/detik.

Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan reservoir berkapasitas 3.500 m³, kantor operasional, ruang kontrol scada, bangunan untuk bahan kimia, genset, pompa, workshop, bangunan limbah B3, empat unit Sludge Drying Bed (SDB), rumah jaga, pos keamanan, dan mushola.

Selanjutnya, empat segmen unit distribusi sedang dikerjakan, termasuk pembangunan Jaringan Distribusi Umum (JDU) utama sepanjang 83 km. Segmen 1 dan Reservoir Distribusi akan melayani 8.000 SR di dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri, sedangkan Segmen 2 dan Reservoir Distribusi akan menguntungkan 4.000 SR di dua kecamatan lainnya di Kabupaten yang sama.

Segmen 3 dan Reservoir Distribusi akan melayani 20.000 SR di tiga kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, sementara Segmen 4 dan Reservoir Distribusi akan menjangkau 28.000 SR yang meliputi satu kecamatan di Sukoharjo, dua kecamatan di Kota Surakarta, dan dua kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Dalam kesempatan itu, Menteri Dody juga meninjau Bendungan Wonogiri (Gajah Mungkur), yang menjadi sumber air untuk SPAM Regional Wosusokas. Tinjauan ini merupakan tindak lanjut dari laporan mengenai tingginya sedimentasi di Bendungan Wonogiri.

“Saya sudah memeriksa, dan Alhamdulillah, closure dike telah dibangun. Harapannya, air dari Sungai Keduang yang kaya sedimentasi akan masuk terlebih dahulu ke closure dike, sementara air yang sudah bersih akan masuk ke Bendungan,” ungkap Menteri Dody.

Closure dike berfungsi sebagai tanggul untuk memisahkan Waduk Wonogiri antara waduk utama dan waduk penampung sedimentasi.

Menteri Dody berharap bahwa dengan adanya infrastruktur pengendali sedimentasi yang baru dibangun, usia layanan Bendungan Wonogiri yang dibangun pada tahun 1980-an dapat diperpanjang sesuai dengan rencana umur layanan bendungan.