Lima Keputusan Penting Tanwir II Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan

0
1821

Yogyakarta 27-28 Februari 2021, Sedikit bicara banyak bekerja. Cepat kaki ringan tangan. Tidak berlebihan jika tagline itu terus melekat pada Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW). Belum genap dua belas jam, acara Tanwir Ke-2 HW yang dbuka pukul 08.00 WIB sudah berakhir pukul 16.00 WIB.

Menurut Wakil Sekretaris Kwarda Pusat (Kwarpus) HW Arif Syaiful Aziz, salah satu yang membuat sukses gelaran permusyawaratan tertinggi di HW setelah muktamar itu adalah kesiapan yang matang.

Bahkan, persiapannya lebih lama dari kegiatannya har H-nya. “Menyiapkan ruang virtual lebih dari sepekan, sementara tanwir hanya delapan jam,” ujarnya sambil tersenyum.

Arif Syaiful Aziz menerangkan, pelaksanaan tanwir dilakukan dari dua lokasi. Yaitu Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro Yogyakarta dan Bumi Perkemahan (Buper) HW di Kaliurang Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Di Cik Ditiro acara formalnya. Di buper acara sambutan penjabat ketua umum dan laporan perkembangan buper,” kata alumnus Madrasah Muallimiin Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Pada Tanwir II juga diberikan penghargaan Pandu Pembela Tanah Air kepada Ramanda Muchdi sebagai wujud subangsih beliau dikarenakan pengabdian beliau baik tenaga,pikiran maupun finansial beliau yang telah didarmabaktikan kepada kemajuan Hizbul Wathan seluruh tanah air.

Belia juga menambahkan sebelum acara pokok telah diselanggarakan webinar nasional yang diisi oleh tokoh tokoh nasional dan diikuti oleh puluhan ribu anggota HW se Indonesia melalui zoom dan disiarkan secara langsung melalui chanel www.youtube.com Kwartir Pusat.

Hasil Tanwir

Sekretaris Kwartir Wilayah (Kwarwil) Jawa Tengah Santoso mengungkakan, tanwir berjalan lancar dan sukses. Semua agenda berjalan sesuai jadwal yang ditentukan.

“Mungkin karena HW sedikit bicara banyak bekerja, jadi semua cepat selesai,” ujarnya.

Pria yang berasal dari Karanganyar Jawa Tengah ini menyimpulkan bahwa ada lima poin yang diputuskan dalam Tanwir Ke-2 HW ini.

Pertama menerima laporan kemajuan kegiatan (progrest peport) Kwarpus periode 2016-2021. Semua Kwarwil sudah memberikan tanggapan dan melengkapi laporan Kwarpus. “Secara umum progres report diterima oleh seluruh wilayah dan dilengkapi hasil masukan dari semua Kwarwil terutama mengangkat HW dikancah Kepanduan Internasional. Perbaikan regulasi Diklat (mengembalikan Diklat Jati 1 ke kwarda Jati II ke Kwarwil dan supervisor cukup di kwarwil) serta update buku-buku PP yang ada selama ini karena buku buku PP yang berkembang masih terbitan kwarpus era ramanda Hilman Najib dan begitu mewadahi kepanduan Putri maupun Qabilah di PTM wujud keberadaan semakin jelas,” terang pria yang akrab dipanggil Joko Keriting alias Jokrit ini.

Kedua, berdasarkan musyawarah mufakat menetapkan Endra Widyarsono untuk diusulkan kepada PP Muhammadiyah sebagai Ketua Umum HW menggantikan Muchdi PR hingga Muktamar Ke-4 HW.

“Selama ini Ramanda Endro jadi sekretaris umum kemudian diangkat sebagai Penjabat Ketua Umum. Jadi wajar jika beliau yang diusulkan jadi ketua umum,” dia memberi alasan.

Ketiga, pelaksanaan Muktamar Ke-4 HW disepakati diundur minimal enam bulan dan selambat-lambatnya satu tahun setelah Muktamar Ke-48 Muhammadiyah, yaitu akhir tahun 2023.

Keempat, menetapkan Ketua Panitia Pemilihan Muktamar Ke-4 HW yaitu Muhammad Harun Rasyid. Ketua Kwarwil HW Jatim ini dianggap mumpuni dan berpengalaman dalam menjalankan pemilihan di HW.

Kelima, calon tuan rumah Muktamar Ke-4 HW adalah Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. “Saya berharap di Jawa Timur agar lebih dekat dan biayanya tidak terlalu berat,” kata Jokrit.

Kontributor : Jokrit