NEWSKABAR12, KARANGANYAR – Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berhasil menyelenggarakan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional I selama tiga hari dua malam, dari Ahad hingga Selasa (20-22/10). Acara ini diikuti oleh 1.318 santri dari berbagai pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia, dengan rincian 786 santri putra dan 532 santri putri.
Mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”, Ketua LP2 PP Muhammadiyah, Maskuri, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan acara ini. “Alhamdulillah, meskipun di hari pertama diiringi hujan, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Selama kemah, beragam lomba diadakan, termasuk musabaqah al-fahmi al-Quran, tilawat al-Quran, hafidz al-Quran, hafidz al-hadis, qiraat al-kutub, serta pidato dalam bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, lomba kepanduan Hizbul Wathan, yang mencakup baris-berbaris dan karya tulis ilmiah, turut digelar.
Seminar juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini, dengan menghadirkan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang membahas peran santri dalam menjaga moral bangsa. Selama acara, para santri dilatih untuk mengamalkan nilai-nilai utama yang terkandung dalam janji Hizbul Wathan dan 20 nilai budaya pesantren Muhammadiyah, seperti jiwa ikhlas, jujur, berpikir maju, kreatif, inovatif, disiplin, dan mandiri.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Saad Ibrahim, memberikan motivasi kepada para santri dalam pidatonya pada acara penutupan. Ia menantang santri untuk berpikir besar dan bercita-cita global, bahkan untuk menjadi presiden di negara-negara besar seperti Amerika Serikat. “Kalian harus memiliki al-iradah al-kubra—keinginan besar—untuk meraih cita-cita tinggi,” ujarnya.
Saad menegaskan pentingnya santri Muhammadiyah untuk berkontribusi di kancah internasional dan menjadi pemimpin dunia yang dapat memberikan manfaat bagi kemanusiaan. “Di tangan kalianlah rahmatan lil’alamin itu berada. Sebarkan salam, ajarkan perdamaian kepada dunia,” tambahnya.
Dalam acara ini, Saad juga menekankan peran Muhammadiyah dalam membangun bangsa, termasuk pendirian Universitas Muhammadiyah Kupang yang kini memiliki 9.000 mahasiswa, dengan 7.000 di antaranya adalah non-Muslim. “Muhammadiyah tidak perlu lagi beretorika tentang ‘NKRI harga mati’ karena kita sudah, sedang, dan akan terus menjaga negara ini,” tegasnya.
Sebagai penutup, Saad mengajak para santri untuk terus belajar dan menaklukkan dunia dengan nilai-nilai Islam yang damai. “Belajarlah, belajarlah, dan teruslah belajar. Sebarkan Islam sebagai agama yang membawa perdamaian,” pungkasnya.
Dalam gelaran Kemah Santri Muhammadiyah Nasional I ini, Sulawesi Selatan berhasil menyabet Juara Umum, menambah kebanggaan bagi peserta dari wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk penguatan karakter dan pembentukan santri yang siap merengkuh masa depan dengan nilai-nilai unggul yang diajarkan di pesantren Muhammadiyah.
