Banjir Garut: Jembatan putus SAR MDMC Karanganyar bantu siswa sekolah menyebrang

0
513

Karanganyar, 28 September 2016 – Banjir bandang yang melanda kota Garut dan sekitarnya beberapa waktu yang lalu membuat jembatan penghubung di desa Cijambe kecamatan Karangpawitan menuju desa Patrol kecamatan Banyuresmi roboh dan sebagian hanyut.

Jembatan yang bantuan dari negara Swis dengan ukuran panjang 56 meter dan lebar 1,5 meter tersebut merupakan sarana penting untuk penyebrangan dan perekonomian masyarakat sekitar, terutamanya anak sekolah yang mayoritas bersekolah di kecamatan Banyuresmi.

Sebelumnya mereka berangkat dari rumah menuju ke sekolah harus memutar sejauh 20KM, biasa ongkos yang mereka keluarkan Rp 1.500,- kini harus mengeluarkan ongkos Rp 20.000,- untuk menuju ke sekolah mereka.

“Saya setiap hari berangkat pukul 05.20 WIB pagi untuk tidak terlambat ke sekolah dan perahu hanya muat 8 anak, kini juga ada UTS untuk anak SMP”, kata Asep sesaat sebelum menyebrang sungai Cimanuk.

Search And Rescue (SAR) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Karanganyar Jateng, yang bertugas di lapangan sejak hari pertama sigap melihat kondisi ini.

“..tim kita setiap pagi menyeberangkan tak kurang dari 50 anak sekolah dan masyarakat sekitar melalui perahu menyebrangi sungai Cimanuk ini”, imbuh Fariz salah satu anggota SAR MDMC di lapangan.

Ini adalah sarana yang ada untuk kebutuhan warga desa untuk mempercepat akses menuju desa yang lain, walaupun beresiko mereka tetap berbondong bondong mengantri untuk bisa dibantu menyebrang oleh tim MDMC.

Semoga ada uluran tangan dari semua pihak agar jembatan gantung bisa di bangun kembali dan warga dapat menikmati kemudahan akses yang selama ini hilang akibat banjir bandang yang menimpa mereka. (Tim SAR MDMC Karanganyar)