Karanganyar, Sabtu(28/01/2017) – Ada lima (5) hal yang bisa membuat orang mudah mengucap kalimat “La-ilaha illallah” ketika sakaratul maut. Hal tersebut disampaikan Uztad Yusron ketika memberikan tausiah dalam acara rutin Malem Seton Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar tadi malam (27/01).
Ia menyampaikan bahwa kelima hal tersebut merupakan hasil kesimpulan survei yang telah dlakukan oleh Uztad Qomaruddin di Rumah Sakit Islam Jakarta.
Menurut Uztad Yusron, Uztad Qomaruddin meneliti dari 1000 orang yang sedang mengalami sakaratul maut, hanya 7 % saja yang mampu mengucapkan kalimat La-ilaha illallah”, selebihnya tidak mampu atau hanya 70 orang dari 1000 orang yang mampu mengucapkannya.
“Kemudian Ustadz Qomarudin ini bertanya kepada pihak keluarga yang 70 orang meninggal itu.
Apa saja kegiatan sehari-hari almarhum/almarhumah ini”, tuturnya.
Dari survei uztad Qomaruddin di Rumah Sakit islam Jakarta tersebut dapat disimpulkan beberapa penyebab mudahnya melafalkan “La-ilaha illallah” sebagai berikut:
1. Menjaga sholat, baik sholat Wajib, Sunah Rawatif, Dhuha dan Lail.
2. Baca Qur’an , terutama setelah Magrib dan setelah Subuh.
3. Rajin sedekah dan infaq
4. Tidak pernah makan yang batil.
5. Menjaga silaturahim
Uztad Yusron dalam kegiatan itu berharap, warga Muhammadiyah gemar mengamalkannya.
Malem Seton sendiri diselenggarakan di rumah Ketua PDM Karanganyar, Muh Samsuri, M.Si, Tegalasri, Bejen, Karanganyar. Dalam pertemuan selama 2 jam tersebut juga dipaparkan kegiatan kegiatan Majelis dan Ortom. Seperti Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), Hizbul Wathan (HW), Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR), Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), dan lain – lain. (Oew)














