UMUKA Solo Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo dalam Pemberantasan Korupsi

0
18

kabarduabelas.com, KARANGANYAR – Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), Sarilan M. Ali, M.Pd., menyatakan apresiasi mendalam atas komitmen kuat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mengintensifkan pemberantasan korupsi. Langkah tegas ini dinilai sebagai bagian krusial dari agenda nasional demi mewujudkan tata pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berwibawa.

Menurut Sarilan, keseriusan pemerintah dalam mengikis praktik rasuah merupakan fondasi utama untuk membangun tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pihaknya menyampaikan terima kasih sekaligus penghargaan yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas langkah nyata dan konsistensinya dalam menegakkan hukum pidana korupsi di tanah air.

Ia juga menekankan bahwa proses pemberantasan korupsi wajib berjalan secara adil, profesional, objektif, serta tanpa diskriminasi. Penegakan hukum harus menjunjung tinggi asas kesetaraan warga negara di mata hukum agar mampu memberikan rasa keadilan yang hakiki bagi seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Sarilan menggarisbawahi pentingnya sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang tidak tebang pilih dalam menindak para pelaku korupsi. Prinsip keadilan tanpa pandang bulu ini diyakini menjadi pilar utama dalam mengembalikan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap instansi negara.

“Kami dari kalangan akademisi perguruan tinggi pada dasarnya sangat mendukung program Bapak Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya mengenai pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya. Komitmen ini adalah strategi krusial untuk menjaga integritas negara sekaligus menciptakan pemerintahan yang bersih,” ungkap Sarilan.

Ia menambahkan, perang terhadap korupsi tidak hanya berfungsi mengamankan keuangan negara, tetapi juga krusial dalam mendongkrak kepercayaan masyarakat dan menyokong iklim pembangunan nasional yang sehat.

“Pemberantasan korupsi sangat mendesak demi lahirnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa agar tata kelola pemerintahan yang baik bisa terwujud. Siapa pun yang bersalah harus diproses hukum tanpa tebang pilih. Momentum ini harus menyadarkan kita semua bahwa korupsi adalah musuh bersama yang wajib diperangi sampai tuntas,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Sarilan berharap gerakan pemberantasan korupsi ini terus dikawal melalui kolaborasi erat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia akademisi, dan masyarakat. Sinergi seluruh elemen bangsa ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya integritas demi mewujudkan Indonesia yang maju dan bebas dari korupsi.