NEWSKABAR12, Karanganyar – Pendidikan Khusus Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah (Diksuspala) Region Jawa Tengah 5 berlangsung di Balai Besar Guru Penggerak Jawa Tengah, kegiatan berlangsung mulai dari hari Kamis hingga Ahad (7/11 – 10/11 ) , diikuti oleh 202 peserta dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Brebes, Kudus, Purbalingga, Pemalang, Kota Magelang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan.

Dalam sambutannya, Bambang Kusmiyanto selaku Co Pilot Diksuspala mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat mendongkrak penerimaan peserta didik baru (PPDB) di masing-masing sekolah. “Momen Diksuspala ini adalah kesempatan untuk merubah citra sekolah menjadi pilihan yang diminati oleh masyarakat, baik oleh orang tua maupun siswa,” ujarnya. Ia juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan ilmu dan pengalaman dari 12 fasilitator yang terlibat selama empat hari kegiatan. Di akhir acara, peserta terbaik akan mendapatkan hadiah berupa laptop.
Iwan Junaidi, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, menyoroti tantangan yang dihadapi banyak sekolah di Indonesia, di mana terdapat 2.022 sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 100, dan 492 di antaranya berada di Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya sekolah unggul yang diminati masyarakat. “Serap seluruh ilmu dari fasilitator mengenai strategi peningkatan PPDB,” kata Iwan.
Ia juga memberikan beberapa poin penting yaitu cintai profesimu dan fokus pada tugasmu untuk menciptakan kenyamanan saat bekerja, manfaatkan berbagai metode promosi untuk meningkatkan minat siswa dan terakhir kepala sekolah harus menjadi pemecah masalah bagi sekolahnya. Iwan juga menyampaikan bahwa Dikdasmen PP Muhammadiyah juga telah menerbitkan kurikulum ISMUBA yang diharapkan dapat diterapkan di semua sekolah Muhammadiyah.
Setelah acara pembukaan, Bambang Kusmiyanto menambahkan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dengan pengajaran di enam kelas, yang dipandu oleh 12 fasilitator yang telah teruji dalam bidang pendidikan Muhammadiyah. “Kami berharap peserta Diksuspala dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dengan pendampingan dari fasilitator dan Dikdasmen,” ujarnya.
Fasilitator Sudirman, Kepala MTs Muhammadiyah 2 Pekanbaru, yang berasal dari luar Jawa, menyatakan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi fasilitator. Ia berharap kepala sekolah Muhammadiyah mampu mengembangkan sekolah menjadi institusi berkualitas tinggi. “Kedepan, tidak ada lagi ‘sekolah air mata’; sekolah Muhammadiyah harus menjadi ‘sekolah mata air’,” tegas Sudirman.
Dengan pelaksanaan Diksuspala ini, diharapkan para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan motivasi untuk meningkatkan kualitas sekolah dan penerimaan peserta didik baru secara signifikan.














