Tak Mau Dicurangi, Ini Cara Warga Desak BUMDes Berjo Berikan Keadilan Untuk Berwirausaha!

0
575

NEWSKABAR12, KARANGANYAR – BUMDes Madirda Abadi di Desa Berjo, Ngargoyoso, diminta untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua warganya dalam berwirausaha di lokasi wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda. Selain itu, biaya sewa yang dikenakan juga harus terjangkau bagi warga setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (LAPAAN) RI, BRM Dr Kusumo Putro SH. MH, yang mengingatkan kembali perjuangannya bersama warga Berjo untuk mengambil alih BUMDes dari pihak yang tidak bertanggung jawab demi kesejahteraan desa. Ia menekankan pentingnya mengembalikan hak warga untuk mencari rezeki di dua lokasi wisata tersebut.

BUMDes Berjo saat ini memiliki pendapatan yang cukup besar dari penjualan tiket, sehingga bisa dipertimbangkan untuk mengurangi atau bahkan menghapus sewa kios. Kusumo menyesalkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, BUMDes tidak menerapkan prinsip keadilan, di mana beberapa kios dikuasai oleh oknum pengurus, dan pembayaran sewa tidak diterapkan secara merata.

Di sisi lain, Kejaksaan Negeri Karanganyar diyakini telah mengumpulkan bukti baru terkait dugaan penyimpangan dalam pembayaran sewa kios di Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda, yang dikelola oleh BUMDes sebelumnya. Bukti tersebut berupa kuitansi pembayaran sewa dari pedagang kepada BUMDes Berjo.

“Kuitansinya sudah diminta penyidik Kejari Karanganyar. Itu saat ramai-ramainya Bejog (Agung Sutrisno) ditetapkan tersangka,” kata LD, ayahanda salah satu penyewa warung satai Jumog.

LD, ayah dari salah satu penyewa warung satai di Jumog, menjelaskan bahwa anaknya telah membuka warung satai untuk memenuhi kebutuhan kuliner pengunjung sejak 2021. Pada tahun pertama, ia membayar sejumlah uang kepada Eko Kamsono, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama BUMDes Berjo. Eko Kamsono kini sedang menjalani hukuman penjara karena kasus korupsi. Sejak 2022, anak LD melanjutkan pembayaran sewa di bawah kepemimpinan Dirut Arif Suharno. Ia menyampaikan bahwa biaya sewa untuk dua kios bervariasi dan cukup tinggi.

Kios dan warung makan di Jumog sangat diminati oleh pelaku usaha karena popularitas obyek wisata tersebut. Jumlah warung yang tersedia sekitar 20, baik di atas maupun di bawah loket masuk.