Setahun Berdiri, Pontren Ustman Bin Affan Jumantono Akhir Bulan Ini Mulai Beroperasi

0
642

Karanganyar, Ahad(17/07/2017) – Setelah setahun berdiri, Pondok Pesantren (Pontren) Ustman Bin Affan mulai akhir bulan ini segera beroperasi. Meskipun demikian, selama satu tahun ini Pontren yang terletak di Ngunut, Jumantono, Karanganyar ini sudah dilakukan beragam kegiatan oleh PCM, Kokam maupun masyarakat umum seperti Kajian Ahad Pagi, Tahfidz Quran, latihan Tapak Suci, latihan Kokam, Manasik Haji dan lain lain, bahkan ntuk Kajian Ahad Pagi sendiri setiap kegiatan dihadiri oleh 300-an jamaah.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Pontren, Suratno, ketika ditemui Kabarduabelas di sela – sela kegiatan kerja bakti pengecoran halaman Pontren pagi ini.

“Pondok pesantren dibangun setahun yang lalu, tapi mulai operasional akhir bulan ini. Untuk awal bulan kita gunakan untuk Tahfidz Quran bersama Uztad Zarkasyi yang sudah hafidz Quran”, tuturnya.

Foto Ponpes dilihat dari Depan (seberang Jalan)

Ia menambahkan pengoperasian Pontren baru bisa dilaksanakan tahun ini karena kebutuhan sarana prasarana. Hingga saat ini dari perencanaan 3 kelas, sudah ada 1 ruang dengan 40 kursi yang siap untuk santri. Selain itu juga sudah terdapat 250 kursi plastik untuk pelengkap.

“Untuk kedepan yang kita wacanakan adalah untuk membangun ruang penginapan santri, sistemnya sementara santri kalongan, datang sore pulang. Tapi kedepannya kita tetep harus penginanpan. Kemarin belum kita mulai saja siswa sudah bayak yang mendaftar, dari PCM sendiri juga dari jamaah kajian ahad pagi”, imbuhnya yang juga Sekretaris PCM Jumantono ini.

Menurutnya, Pontren tersebut juga digunakan untuk masyarakat umum. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan KUA juga mengadakan acara manasik haji di Pontren tersebut.

“Pontren selain ahad pagi untuk anak – anak MTS, SD, SMP kita gunakan untuk latihan Tapak Suci seminggu 3x, Kokam tiap malam Senin latihan di sini, selain itu Pondok ini juga digunakan oleh umum, MUI, DMI kemarin kesini, KUA kemarin juga 4J kemarin mengadakan manasik di sini”, tambahnya.

Foto ruang kelas Ponpes

Pontren yang berdiri di atas lahan wakaf seluas 3000m2 tersebut dibangun dengan bantuan biaya dari Arab Saudi sebesar 460 juta. Dalam pelaksanaan pembangunannya menghabiskan sekitar 800juta. Disinggung tentang kekurangan biaya tersebut, Suratno mengatakan bahwa kekurangan untuk pembangunan dicari bersama – sama.

“Kemarin pembangunan ini memanfaatkan tanah wakaf. Dapat bantuan dari arab lewat pondok pesantren Al-Ukhuwah Sukoharjo 460 juta, tapi kemarin habis sekitar 800 juta. Kekurangannya sama – sama cari”, tegasnya.

Untuk menyempurnakan fisik Pontren, pagi ini diselenggarakan kerja bakti gotong royong pengecoran halaman Pontren. Ketika Kabarduabelas menyambangi lokasi, kegiatan ini diikuti sekitar 38 warga masyarakat, termasuk Kokam. Menurut Suratno, biaya untuk pengecoran halaman sebesar 12 juta rupiah sumbangan dari salah satu jamaah yang tidak mau disebutkan namanya. Bila dengan biaya tersebut pengecoran tidak rampung, maka jamaah siap untuk bersama – sama melanjutkan.

Foto ketika warga bergotong – royong mengecor halaman Ponpes pagi ini

“Semua gotong royong, dan bantuan sekucupnya, ada bantuan 12 juta 1 orang yang tidak mau disebut namanya dari jamaah ahad pagi ini. Jamaah juga sudah sepakat kalau 12juta tersebut tidak selesai, jamaah siap untuk bergotong royong menyelesaikan”, pungkas Suratno. (Oew/Foto:Oew,Suratno)