Sekretaris Jendral PP Muhammadiyah Beberkan Rahasia Karakter Kepala Sekolah Ideal

0
2237

NEWSKABAR12,Karanganyar – Muhammad Sayuti hadir dalam acara Diksuspala Region 2 Jawa Tengah yang diselenggarakan di BBGP Jawa Tengah, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Acara ini merupakan bagian dari program Majelis Dikdasmen PP yang mencakup 21 region di seluruh Indonesia, termasuk 8 region di Jawa Tengah.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Safii dari SDIT Muhammadiyah Gumpang, Kartasura, diikuti dengan doa yang dipanjatkan oleh Agus Mulyadi dari SMP Muhammadiyah Sinar Fajar Klaten.

Dalam sambutannya, Muhammad Sayuti memberikan apresiasi atas terlaksananya Diksuspala. Ia menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai kunci kemajuan sekolah Muhammadiyah, yang harus menjalankan amanah dan profesionalisme. Menurutnya, keseriusan dalam pengelolaan sekolah, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia, adalah kunci untuk mencapai keberhasilan.

Sayuti juga menjelaskan karakter pemimpin sekolah yang ideal, yang mencakup sosok yang senantiasa belajar dan tidak sombong, serta mampu menjadi pengelola perubahan yang tidak merasa nyaman dengan keadaan yang stagnan. Ia berusaha untuk bermuhammadiyah dan mampu menyampaikan serta menerapkan ide-ide dengan efektif. Selain itu, pemimpin tersebut juga memiliki kemampuan untuk melahirkan pemimpin baru dan memberikan teladan bagi orang lain. Kemampuan berkomunikasi dengan baik, merencanakan, memonitor, dan bertindak secara disiplin sangat penting dalam kepemimpinannya, serta mampu menginspirasi orang-orang di sekitarnya.

Bambang Kusmiyanto juga menyampaikan sambutan. Ia melaporkan bahwa Diksuspala Region 1 yang berlangsung dari 3 hingga 6 Oktober lalu berhasil dilaksanakan dengan 202 peserta yang dinyatakan lulus seluruhnya. Ia berharap agar seluruh peserta di Region 2 juga dapat lulus dan menerima sertifikat.

Diksuspala ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi sekolah, di mana 38% dari 5.346 sekolah di Indonesia memiliki jumlah siswa kurang dari 100. Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah siswa di sekolah Muhammadiyah, menjadikan sekolah yang kurang baik menjadi lebih baik, dan yang sudah baik menjadi lebih kuat. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan dari fasilitator serta Majelis Dikdasmen untuk memastikan target peningkatan jumlah siswa tercapai.

Misbahudin menegaskan pentingnya mencapai target penerimaan peserta didik baru (PPDB) setelah Diksuspala. Sebanyak 195 peserta terpilih yang bertanggung jawab menerapkan ilmu yang didapat dari Diksuspala akan mendapatkan pendampingan.

Iwan Junaedi menjelaskan bahwa Diksuspala merupakan program dari PP yang mencakup 21 region di seluruh Indonesia. Di Jawa Tengah, terdapat 1.619 sekolah dengan 363.000 murid terdaftar di Dikti. Sekolah dengan jumlah siswa di atas 400 akan dijadikan sekolah unggulan. Muhammadiyah juga berencana untuk mengembangkan kurikulum sendiri yang mencakup tiga kurikulum: ISMUDA, Kemdikbud, dan Dikti.

Kegiatan Diksuspala Region 2 Jawa Tengah berlangsung dari Kamis (10/10) hingga Ahad (13/10) di BBGP Jawa Tengah dan akan dilanjutkan dengan Diksuspala Region 3 pada (17/10) di lokasi yang sama.