Rapat Malam Seton: Ajang Berbagi Kebiasaan Baik

0
518

Karanganyar – Rapat rutin Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar yang dilaksanakan pada jumat 19 Juli mengundang para kepala SMA/SMK Muhammadiyah se Karanganyar. Rapat kali ini memiliki agenda laporan dari masing-masing kepala sekolah. Rapat dibuka dengan kultum oleh Bapak Ruswa Darsono yang membahas seputar sholat.

Rapat dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing kepala sekolah. Diawali laporan dari kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar yang menyampaikan bahwa cukup kurang kesadaran warga persyarikatan Muhammadiyah menyekolahkan anak mereka di sekolah Muhammadiyah. Hal senada juga disampaikan kepala SMA Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar Bapak Hardin. Sementara itu dari SMA Muhammadiyah 5 Karanganyar menyampaikan bahwa sekolah mereka memiliki kendala dalam hal pembangunan. Sementara itu SMK Muhammadiyah Gondangrejo yang diwakili guru BK menyampaikan tahun ibu mereka menerima siswa mencapai 289 siswa baru. Kabar tak kalah baik datang dari SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar. Sekolah ini menambah tiga jurusan baru yaitu perbankan syariah, manajemen logistik, dan bisnis retail sekolah yang memiliki total siswa 1340 ini mengaku semua persiapan terkait jurusan baru sudah disiapkan. Sementara itu Kepala SMK Muhammadiyah 3 Bapak Burhan Mustaqim menyampaikan bahwa tahun ini sekolah mereka menerima 560 siswa. Peminat terbanyak dari jurusan TSM. Sekolah yang memiliki jumlah siswa 1457 ini akan mengirimkan beberapa siswa mereka mewakili Jawa Tengah dalam ajang perlombaan tingkat nasional. Laporan-laporan dari sekolah lain disampaikan secara berurutan.

Di rapat malam seton ini diharapkan menjadi momentum saling berbagi kebiasaan baik yang diterapkan di masing-masing sekolah. Berbagai kebiasaan tersebut bisa ditiru dengan sedikit inovasi di sekolah lain. Diharapkan semua sekolah bisa berkembang dan maju bersama. Majelis Dikdasmen yang diwakili Bapak Joko menyampaikan bahwa perkembangan SMA/SMK Muhammadiyah Karanganyar sangat menjanjikan. Perkembangan sekolah-sekolah ini terbilang cukup stabil. Majelis Dikdasmen juga siap mendampingi sekolah yang memang butuh monev secara intensif. Rapat ditutup dengan arahan dari Bapak Ngadino yang berisi penguatan untuk gerakan organisasi.