Quartal 7 ditutup, SSR Aisyiyah Karanganyar dengan Health Education bersama FKUKK dan Kwarcab Pramuka Kabupaten Karanganyar

0
621

Karanganyar, Ahad(01/10/2017) – Beberapa waktu lalu (25/09), bersama dengan Wakil Bupati Karanganyar dan mitra kerja CSO lainnya, SSR Aisyiyah Karanganyar membekali 80 pendeta di Kabupaten Karanganyar dalam kegiatan Forum Komunikasi Umat Kristiani Kabupaten Karanganyar (FKUKK) di Gereja Cangakan Karanganyar dalam kolaborasi isu bahaya Narkoba, Tuberculosis, dan HIV-AIDS bagi masyarakat Karanganyar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran serta tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat sekitarnya tentang bahaya Narkoba, Tuberculosis, dan HIV-AIDS. Kegiatan ini juga selain menjadi peningkatan kapasitas bersama dalam kompetensi materi edukasi masyarakat, juga menjadi media komunikasi dari SSR Aisyiyah Karanganyar dalam penegasan dirinya di tengah masyarakat Karanganyar dalam penanganan isu TB-HIV.

Ket: SSR Aisyiyah membekali para pendeta di Gereja Cangakan Karanganyar

Lebih lanjut, di akhir penghujung quartal 7 ini juga SSR Aisyiyah tidak henti-hentinya dalam bergerak, kemarin (30/09), kegiatan yang sama juga kembali dilakukan di Bumi Perkemahan Delingan Karanganyar. Kwarcab Pramuka Kabupaten Karanganyar memberikan dukungan penuh bagi SSR Aisyiyah Karanganyar, alhasil terselenggarakanlah kegiatan kolaborasi dalam kemah bersama Pramuka untuk wilayah Kecamatan Colomadu.

Ket: Sosialisasi kegiatan SSR Aisyiyah bersama Kwarcab Karanganyar

Dalam kegiatan ini, SSR Aisyiyah Karanganyar menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, KPA Kabupaten Karanganyar, SSR Muslimat NU Jawa Tengah, KDS Karanganyar Peduli, dan Yayasan Lawu Peduli Kabupaten Karanganyar serempak menyelenggarakan edukasi bagi 80 Pembina Pramuka dan 50 DKR Pramuka Colomadu dalam penanganan kasus TB-HIV. Sebagai tindak lanjutnya, pada kegiatan ini diselenggarakan cek dahak bersama dan tes kesehatan yang di dukung oleh Layanan Puskesmas Tasikmadu, Puskesmas Kebakkramat I, dan Puskesmas Karanganyar dalam pelayanan medis di lapangan dalam cek dahak dan tes kesehatan tersebut. Berbagai kegiatan ini menjadi bukti keharmonisan dari seluruh pengelola program penanganan TB-HIV di Karanganyar untuk menciptakan Karanganyar yang lebih sehat dan produktif. (Subuha)