kabarduabelas.com, KARANGANYAR – Mengisi masa liburan sekolah dengan aktivitas produktif, SMP Negeri 2 Jaten menggelar pelatihan jurnalistik dan fotografi bagi para siswa pada Rabu (1/7). Kegiatan yang diikuti oleh pengurus OSIS, PMR, dan Pramuka kelas VIII dan IX ini bertujuan untuk mendongkrak kemampuan literasi, komunikasi, sekaligus membekali siswa dalam memproduksi konten positif demi mempublikasikan berbagai kegiatan dan prestasi sekolah.
Dalam pelatihan ini, pihak sekolah mendatangkan langsung praktisi media massa serta fotografer profesional dari Yogyakarta sebagai pemateri. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, teknik pencarian data, wawancara, penulisan berita, hingga teknik fotografi dan praktik peliputan langsung di lapangan.
Kepala SMP Negeri 2 Jaten, Mamik Sulistyani, S.Sn, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program penguatan karakter sekaligus pengembangan kompetensi peserta didik di luar jam pelajaran formal.
“Pelatihan ini kami selenggarakan agar siswa memiliki kemampuan literasi yang baik, berani berkomunikasi, serta mampu menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab melalui media sosial,” ungkap Mamik.
Di samping mengasah keterampilan digital, Mamik menegaskan bahwa SMP Negeri 2 Jaten terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Langkah preventif untuk mencegah perundungan dilakukan secara konsisten lewat pembiasaan karakter, edukasi berkelanjutan, serta sinergi erat dengan orang tua siswa dan pemangku kepentingan.
“Anak-anak harus merasa aman saat berada di sekolah sehingga tidak ada lagi bullying. Kami terus memperkuat pendidikan karakter dan melibatkan orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Pembina OSIS SMPN 2 Jaten, Sri Widada, S.T, menjelaskan bahwa sekolahnya telah memiliki sistem pencegahan perundungan yang terstruktur. Sistem ini diperkuat oleh satuan tugas (satgas), tim penegak disiplin, serta pola pendampingan yang intensif kepada siswa dan orang tua. Edukasi mengenai etika bermedia sosial dan literasi digital juga rutin diberikan.
“Untuk gerakan stop bullying, kami sudah membentuk satgas, melakukan pendekatan kepada orang tua dan siswa, serta menyiagakan tim penegak disiplin. Kami juga memberikan pembekalan tentang bijak bermedia sosial dan etika jurnalistik agar siswa mampu memanfaatkan media secara positif,” urai Sri Widada.
Harapan besar juga datang dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Evelyn Ekowati, S.Pd. Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak sekadar aktif berorganisasi, melainkan juga cakap dalam menyampaikan informasi publik.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap siswa semakin percaya diri dalam menggali informasi, menulis berita, sekaligus ikut mempromosikan berbagai kegiatan dan prestasi sekolah kepada masyarakat luas,” tutur Evelyn.
Setelah menerima teori, seluruh peserta langsung menerapkannya dalam sesi praktik, mulai dari wawancara hingga membidik foto jurnalistik. Sri Widada menambahkan, karya-karya terbaik siswa nantinya akan dipublikasikan di media sosial resmi sekolah sebagai sarana belajar sekaligus media promosi yang efektif.
Komitmen SMP Negeri 2 Jaten dalam mengembangkan potensi siswa memang terus membuahkan hasil lewat berbagai torehan prestasi nasional dan daerah. Pada tahun 2025 lalu, salah satu siswa sekolah ini sukses mewakili Kabupaten Karanganyar pada cabang olahraga angkat besi di ajang Porprov Jawa Tengah. Selain itu, SMPN 2 Jaten juga berhasil menyabet Juara Harapan II Krenova, Juara I Lomba Tari SMP Karanganyar Tumandang, serta rutin mendominasi prestasi di cabang olahraga voli dan futsal. (L1M)
