Pesan PWNA Jateng: Tekankan Kemandirian NA melalui Badan Usaha, Advokasi Perempuan dan Menagement Partner

0
619

Karanganyar, Selasa(03/10/2017) – Setelah Musyawarah Daerah (Musyda) Nasyiyatul Aisyiyah beberapa waktu lalu di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, kemarin (01/10) para pengurus baru Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) mulai menyelenggarakan pelantikan dan rapat kerja pimpinan (Rakerpim).

Seperti diketahui bahwa Musyda Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Karanganyar periode 2012 – 2016 lalu telah menghasilkan susuan pengurus baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan Nasyiatul Aisyiyah periode 2016 – 2020. Sehingga perlu segera dilakukan pelantikan dan rapat kerja untuk membahas perencanaan dan pelaksanaan kerja organisasi.

 

Ket: Pimpinan Wilayah Nasyiyatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan pelantikan pengurus baru PDNA Karanganyar.

Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah periode muktamar XIII yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Karanganyar tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Muslimah dalam Tata Organisasi yang Administratif, Bersinergi, Berpotensi dan Berprestasi”. Selain mengesahkan kepemimpinan yang baru, dalam kegiatan itu juga dilakukan serah terima jabatan, pelaksanaan dan penyusunan progarm dan pelaksanaan konsolidasi organisasi.

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiyatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah, Siti Zuhriyatun, S.Pd yang diwakili oleh Dian Rahmawati, S.Pd menyambut dan mengapresiasi sepak terjang PDNA Kabupaten Karanganyar yang langsung menyelenggarakan kegiatan pelantikan dan rakerpim pasca Musyda. Siti Zuhriyatun tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut karena bertugas mewakili PWNA Jateng dalam kegiatan di UNS pada hari yang sama.

Menurut Dian Rahmawati, Nasyiyatul Aisyiyah merupakan organisasi yang bergerak di bidang keperempuanan, kemasyarakatan, keagamaan dan pendidikan. Sehingga memiliki peran strategis dalam masyarakat. Ia juga mengingatkan 2 hal yang menjadi Program Kebijakan PWNA yang harus diketahui oleh seluruh NA di Jawa Tengah.

“Nasyiyatul Aisyiyah adalah organisasi keperempuanan, PWNA periode ini menyatakan dan menggariskan 2 hal tentang Kebijakan Program yang harus tersosialisasi di seluruh Kabupaten di Jawa Tegah”, tandasnya.

Ket: Ketua PDA, Kunthi Bastona (tengah) Foto bersama pengurus baru PDNA Karanganyar.

Dua kebijakan program tersebut adalah Advokasi kepada perempuan dan Kemandirian NA. Dian menegaskan, Advokasi kepada perempuan, merupakan peran yang harus diambil NA di masyarakat. Advokasi tersebut tidak hanya dilakukan hanya di internal NA melaikan juga masyarakat umum.

“Sadar atau tidak sadar mau atau tidak mau hari ini kita sudah dihadapkan pada bagaimana menjadi advokat, bagaimana mengedukasi teman – teman perempuan, agar ketidak adilan dan kekerasan tidak terjadi pada perempuan”, tambahnya.

Sementara itu PWNA Jateng juga mendorong kemandirian NA melalui Badan Usaha Amal Nasyiyatul Aisyiyah yang sekarang sudah rata dimiliki oleh seluruh Kabupaten di Jawa tengah.

“Maka dengan adanya badan usaha amal nasyiyatul aisyiyah yang sekarang sudah rata dimiliki oleh seluruh Kabupaten di Jawa Tengah itu merupakan eksistensi kita yang kedua, dengan mandiri perempuan bisa menjadi lebih cerdas dan mampu menolong keluarga masing – masing”, tuturnya.

PWNA berpesan kepada teman – teman Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) yang sudah memiliki satu toko bentuk dari badan usaha Nasyiyatul Aisiyah agar kelak satu modal usaha itu bisa berkembang ke ranting- ranting di Karanganyar. Kabupaten Karanganyar sebentar lagi akan menggerakkan IT untuk pengembangan organisasi, maka bentuk badan usaha ini arahnya kesana.

Untuk bidang ekonomi PWNA juga akan mengembangkan management partner, sehingga PDNA di Kabupaten – Kabupaten yang mempunyai usaha – usaha mandiri seperti home industri, menyewa toko kemudian dikelola, maka PWNA mengarahkan untuk membuat management partner.

“Dalam management partner , Persyarikatan Oriented menjadi modal awal, sehingga tidak akan terjadi kesalah pahaman dikemuadian hari ketika badan usaha nasyiatul aisyiyah berkembang pesat. Maka management partner dalam hal bagi hasil, keuntungan atau hal – hal yang menyangkut kerjasama jelas”, tambahnya.

 

Ket: Ketua PDM Karanganyar, Muh Samsuri (tengah) foto bersama dengan pengurus baru PDNA Karanganyar.

Kegiatan yang selesai sebelum Dhuhur tersebut diikuti oleh 200-an peserta, dihadiri PWNA, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar, Pengurus Baru PDNA, Alumni PDNA, PCNA, PRNA, ORTOM, AUM dalam kota dan OKP.(Oew)