Pembawa Obat Prioritas Menyeberang, Sebuah Pengalaman Perjalanan Relawan MDMC Menuju Lombok NTB

0
387

Karanganyar, Selasa(14 Agustus 2018) – Tugas kemanusiaan sebagai relawan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) atau Lembaga Penanggulangan Bencana milik Muhammadiyah membuatnya untuk siap dan sigap ketika ada tugas panggilan umat yang sedang terdampak bencana. Pun demikian, dengan tim medis dan rescue MDMC/LPB Pimpinan Daerah Muhammdiyah Kabupaten Karanganyar yang tergabung bersama dalam relawan peanggulangan bencana gempa bumi Lombok NTB. Tim beranggotan 5 personil dari medis dan rescue MDMC/PDM Kabupaten Karanganyar diberangkatkan secara resmi oleh Ketua PDM Karanganyar Muh. Samsuri, Ahad (12/08) dari SMP Muhammadiyah 8 Kebakkramat Karanganyar.

Kentut Sujiyanto, salah satu personil MDMC/LPB PDM Karangannyar melaporkan perjalanan tim yang tergabung bersama relawan-relawan se-Jawa Tengah dengan perjalanan darat menuju lokasi bencana gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat.

“Tim kami dilepas oleh Pimpinan Muhammadiyah Karanganyar pada Ahad (12/08) dengan menggunakan armada mobil Ambulace sekitar pukul 10.00 WIB kami mulai meluncur melalui jalan darat menuju pelabuhan ketapang. Dalam perjalanan kami senatiasa berkoordinasi dengan tim-tim lain se-Jawa Tengah yang berangkat dari pangkalan masing-masing” kata Kentut mengawali laporan perjalananya.

Jarak tempuh yang cukup jauh bahkan ribuan kilo meter perjalanan darat membutuhkan kerjasama dan kondisi fisik yang prima untuk melakukan perjalan siang dan malam, setelah melalui perjalanan yang padat rombongan sampai di pelabuhan Ketapang sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. “Harapan untuk bisa menyeberang melalui pelabuhan Ketapang tekendala, pada saat kami tiba ternyata terjadi gelombang laut yang tinggi sehingga kami untuk sementara tertahan. Hingga pukul 04.00 WIB tim kami baru bisa naik ke kapal”.

“Tim kami mendapat prioritas dan bantuan dari otoritas pelabuhan dikarenakan kami membawa obat-obatan yang akan digunakan untuk menangani korban luka akibat gempa bumi di Lombok, meskipun harus juga melewati pemeriksaaan berkas-berkas administrasi dan kelengkapan secara ketat dari petugas. Memang kebutuhan obat-obatkan termasuk menjadi salah satu priortias kebutuhan dilapangan selain kebutuhan-kebutuhan prioritas seperti air, tenda dan penghangat badan”.

Setalah Kentut bersama rombogan sekitar 2 jam di atas kapal sampailah rombongan di pulau Bali, selanjutnya rombongan menuju pelabuhan bypass Lombok. “Lagi-lagi ketika kami sampai di pelabuhan Bali menuju Lombok mendapatkan prioritas dan kemudahan dari otoritas setempat dengan alasan yang sama karena tim kami membawa bantuan berupa tenaga medis dan obat-obatan.

Sekitar pukul 03.30 WITA tim MDMC/LPB PDM Karanganyar sudah bisa naik ke Kapal untuk menuju pelabuhan Lombok yang butuh waktu sekitar 5 jam perjalanan laut.

Sekita pukul 01.00 WITA kami dari MDMC/LPB Karanganyar telah sampai di base camp penanggulanan bencana gempa bumi Lombok yang dari Muhammadiyah dipusatkan di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat. Sampai dengan pukul 05.00 WITA beberapa rombongan lainnya dari Jawa Tengah sudah lengkap sampai di base camp.

“Alhamdulillah pagi ini, Selasa (14/08) kami akan segera melakukan aktivitas penanganan bagi korban terdampak gempa. Setelah melalukan briefing pagi di kantor PWM NTB bersama tim-tim lain yang sudah datang lebih awal, kami dibagi menjadi 2 kelompok  antar tim Medis dan tim Rescue.  Hari ini tim Rescue dan tim Medis ditempatkan di daerah Gangga dan daerah Tanjung. Mohon doa dan dukungannya semoga tim kami bisa berbuat terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan salam “ONE MUHAMMADIYAH ONE RESPON” pungkas Kentut Sujiyanto dari lokasi bencana gempa bumi Lombok NTB. (MPI PDM Kra-JOe/Kentut S.).