NEWSKABAR12, Karanganyar – Sebanyak 209 kepala sekolah dari berbagai daerah mengikuti Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala) yang diselenggarakan di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung dari Kamis (14/11) hingga Ahad (17/11), dan melibatkan peserta dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Temanggung.
Rohmat Suprapto, Sekretaris Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PWM Jawa Tengah, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya karakter berkemajuan dan mencerdaskan yang harus dimiliki oleh sekolah Muhammadiyah, mengikuti teladan K.H. Ahmad Dahlan. “Diksuspala adalah pintu bagi Majelis Dikdasmen dan Kepala Sekolah Muhammadiyah untuk membangkitkan, mengembangkan, dan memajukan sekolah agar menjadi institusi yang bermutu dan gemilang,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah, tetapi juga untuk melakukan transformasi bagi sekolah-sekolah yang mengalami tantangan dalam hal jumlah siswa. “Target penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2025 adalah 100%,” tambah Rohmat.
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, diharapkan setiap kepala sekolah dapat melakukan perencanaan program yang matang dan memanfaatkan pendampingan dari fasilitator selama implementasi di lapangan. Hal ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa target PPDB dapat tercapai.
Unang Rahmat, salah satu fasilitator Diksuspala, menambahkan bahwa pelatihan ini akan menjadi jalan bagi sekolah untuk bangkit. “Setelah mengikuti Diksuspala, kepala sekolah diharapkan membentuk tim kecil untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat. Saya menantang kepala sekolah untuk berpikir tentang inovasi dan strategi dalam menyongsong PPDB,” ujarnya. Unang menekankan bahwa kepala sekolah adalah dirijen bagi sekolahnya, dan dengan jumlah siswa yang banyak, berbagai program dan kegiatan dapat dilaksanakan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kepala sekolah dapat berbagi ilmu dan pengalaman, sehingga semua sekolah Muhammadiyah dapat melaju menuju puncak secara bersama-sama. Dengan kolaborasi dan inovasi, diharapkan pendidikan Muhammadiyah di Jawa Tengah semakin berkembang dan mampu bersaing dengan institusi pendidikan lainnya.














