Majelis Diktilitbang : Ada yang Unik dari Pendirian PTM Karanganyar

0
2066

KARANGANYAR – Keseriusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar untuk kembali memiliki Perguruan Tinggi Muhammadiyah benar-benar dibuktikan dengan usaha keras dan sungguh-sungguh. Persiapan internal dan eksternal terus digenjot untuk mencapai target yang telah dicanangkan. Setelah marathon audiensi dengan Bupati beserta jajaran dan secara struktural dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah beberapa waktu lalu, Kamis (17/06) kembali dilaksanakan audiensi dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Dipandu Sekretaris Diktilitbang Muhammad Sayuti, yang jebolan doktor dari Australia kegiatan audiensi dilakukan secara daring. Diikuti oleh jajaran Pimpinan Majelis Diktilitbang PPM dari berbagai lokasi, sementara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar bersama Tim Task Force Pendirian PTM PDM Karanganyar menempati ruang Media Center Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar lantai 2.

Mengawali audiensi Ketua PDM Karanganyar Muh Samsuri menyampaikan keseluruhan persiapan pihaknya terkait rencana pendirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Bahkan sejarah keberadaan PTM di Bumi Intan Pari yang pernah ada diangkat kembali sebagai penyemangat, “Dalam sejarahnya kami di Karanganyar pernah memiliki beberapa kali perguruan tinggi yang memang akhirnya harus ditutup, pada tahun 70an pernah ada IKIP Muhammadiyah Karanganyar, D-3 UMS di Karanganyar dan juga ada Politeknik Muhammadiyah Karanganyar,” kata doktor Ilmu Hukum Unissula ini.

“Tentunya kegagalan dimasa lalu bukan harus menjadi penghambat untuk kita memulai dan mebuka PTM baru dan justru menjadi pendorong untuk menjadi lebih baik,” tambahnya

Menurut Muh Samsuri, selain persiapan administrasi dan tehnik dengan membentuk Tim Task Force Pendirian PTM, pihaknnya juga melibatkan tokoh-tokoh besar yang merupakan kader-kader persyarikatan. “Selain bupati Karanganyar, ada bapak Marpuji Ali, rektor UMS dan beberapa guru besar yang asli kelahiran Karanganyar seperti Prof. Harun Joko Prayitno (UMS), Prof. Sutrisno (Diktilitbang PPM) dan sebagai Ketua Eksekutif Tim Task Force adalah Prof. Ali Imron Al Ma’ruf yang sudah sangat sama-sama kita kenal sekaligus Ketua Dikdasmen PDM Karanganyar,” tambahnya.

Tanggapan sangat positif dan apresiatif diberikan oleh Ketua Diktilitbang PPM Lincolin Arsyad yang juga Guru Besar Ekonomi dan Bisnis pada UGM Yogyakarta. “Prospektig dan masuk akal yang disesuikan situasi, termasuk pemilihan nama Institut Sains dan Teknologi Muhammadiyah Karanganyar (IST Muhammadiyah Karanganyar),” respon Profesor Lincolin awal menanggapi paparan ketua PDM Karanganyar.

“Dari rencana pendirian PTM Karanganyar ini ada yang unik dan potensial, yaitu Perguruan Tinggi Muhammadiyah berbasis eksata, ini menarik dan prospektif disaat prodi-prodi sosial sudah mengalami kejenuhan,” tambahnya.

Dari seluruh yang memberikan tanggapan pada acara audiensi dari Majelis Diktilitbang PPM dapat disimpulkan memberikan dukungan dan persetujuan. Namun demikian ada beberapa catatan saran untuk ditambahkan dan disempurnakan diantaranya adalah terkait Visibility Study, ketersediaan dosen dan potensi pasar (calon mahasiswa), Rencana Induk Pengembangan dan lain sebagainya.

Tak kurang selain Prof. Lincolin, Prof. Chairil Anwar, Prof. Khudzaifah Dimyati, Prof. Ahcmad Jaenuri dan anggota Majelis Diktilitbang PPM memberikan dukungan dan apresiasi.

Setelah adanya tanggapan ulang dari Ketua Task Force dan Ketua PDM Karanganyar, Ketua Majelis Diktilitbang PPM memberikan penegasan “Saya tunggu berkas-berkasnya, semoga sesuai target pada saat Muktamar 48 Muhammadiyah di Solo IST Muhammadiyah Karanganyar sudah bisa bergabung dengan 166 PTM/A yang sudah ada,” pungkas Guru Besar UGM dari Lampung ini. (MPI PDM Kra – JOe).