Kisah Milad 104: “Semua ini karena rasa cinta dan bangga saya kepada Muhammadiyah”

0
386

Karanganyar, Jum’at (18/11/2016) – Dari sekian ratus orang yang menjadi rombongan penggembira perhelatan Resepsi Puncak Milad ke – 104 Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis malam (17/11) ada satu peserta ibu-ibu yang penuh kasih senantiasa menggendong balita, sejak keberangkatan dari GDM Karanganyar, transit di RM Sabar Menanti Kalasan hingga dilokasi resepsi. Siti Nurlaila, S.Ag., nama ibu muda ini.

“..ini semua karena rasa cinta dan bangga saya kepada Muhammadiyah”, itu kata singkat tegas dan penuh makna yang disampaikan Nur Laila kepada penulis di lokasi resepsi.

Ini bukan yang pertama bagi Nur Laila membawa anak tunggal tercintanya ini dalam event-event persyarikatan, dalam kegiatan lokal di PDM Karanganyar maupun di level wilayah maupun pusat Nur Laila selalu membawa amanah terindahnya ini ikut kegiatan. Seperti pada Muktamar NA beberapa waktu yang lalu di Yogyakarta ia juga termasuk salah satu dari peserta muktamar yang membawa balita dan sempat menjadi sorotan beberapa media nasional.

Loyalitas Nurlaila kepada persyarikatan memang tidak perlu diragukan lagi, perempuan kelahiran Ngawi tahun 1977 ini selain sebagi tenaga pengajar di pengasuh di Pontren Putri juga aktif dibanyak kegiatan. Salah satunya ibu muda ini juga sudah dua periode sampai saat  ini masih aktif di kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Karanganyar.

Sebagimana diketahui bersama bahwa Resepsi Puncak Milad ke – 104 Muhammadiyah yang dilaksanakan pada tanggal 17 November 2016 bertempat di Sportorium UMY dihadiri oleh ribuan warga Muhammadiyah. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar tidak mau ketinggalan mengirimkan warganya sebgai penggembira, ada sekitar 300an orang yang berangkat menyaksikan event spesial tahunan Muhammadiyah ini. Siti Nurlaila, S.Ag., sebagai salah satu warga Muhammadiyah dan saat ini menjabat Bedahara Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Karanganyar periode 2015-2020 tidak ketinggalan ikut serta menjadi kabilah penggembira. (MPIPDM Kra – JOe.)