NEWSKABAR12 Karanganyar – KBIHU Zam-zam PDM Karanganyar resmi membuka Bimbingan Ibadah Haji 1446 H dengan tema “Mewujudkan Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Mudah, Syariah dan Sesuai Sunnah.” Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk dari Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, ketua panitia Zaenal Arifin menekankan pentingnya kembali ke manasik ala Nabi Muhammad. Ia menjelaskan bahwa praktik manasik yang akan dilakukan bersifat sederhana. Menurutnya, KBIHU Zam-zam memiliki keunggulan dengan muthawif yang kompeten dan merupakan satu-satunya KBIH yang melaksanakan tarwiyah.
Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arief menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk berjalan di jalan yang benar. Ia berharap Allah mencukupkan waktu para jamaah hingga kembali ke tanah air. Ia menegaskan bahwa bimbingan KBIHU Zam-zam sangat dekat dengan syariat dan didampingi pembimbing yang kompeten. “Insya Allah, secara syariat sempurna, tinggal rohani yang ikhlas agar menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Muh Rusdiyanto, perwakilan Kemenag, juga memberikan sambutan. Ia mengungkapkan bahwa ia merupakan alumni KBIH Zam-zam tahun 2012 dan saat ini antrian haji mencapai 32 tahun. Ia mengucapkan terima kasih kepada KBIHU Zam-zam atas bimbingan yang diberikan. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan fasilitas untuk bimbingan haji, meskipun terbatas.
Rusdiyanto juga menjelaskan bahwa pendaftaran haji dibuka kembali setelah 10 tahun keberangkatan. Ia mendorong jamaah untuk memanfaatkan kesempatan bimbingan untuk berangkat haji. Ia menambahkan bahwa pada bulan Oktober, Kemenag akan melakukan rekrutmen petugas haji dan memberikan pelayanan terbaik bagi calon jamaah haji.
Di akhir acara, Muh Rusdiyanto mengapresiasi kegiatan KBIHU dalam memberikan bimbingan bagi jamaah haji. Ia juga memperkenalkan kebijakan terbaru, yaitu fast track, yang memungkinkan pengecekan dilakukan di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan kebijakan ini, setibanya di Arab Saudi, jamaah hanya memerlukan waktu kurang lebih setengah jam untuk proses verifikasi dan dapat langsung menuju bis ke hotel.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu jamaah haji menjadi mandiri dan mendapatkan pengalaman yang berharga selama di tanah suci. Pelaksanaan bimbingan ini menjadi langkah penting bagi para calon jamaah dalam menjalankan ibadah haji dengan baik dan sesuai syariat.
