Kader Muhammadiyah Ikuti Program Short Course di Thailand

0
647

Nakhon Nayok, Thailand – Seorang kader Muhammadiyah mengikuti program short course yang diadakan oleh Institute for Transformative Learning of the International Network of Engaged Buddhists (INEB Institute). Short courseyang diikuti bernama SENS “School of English for Engaged Social Service”. Program ini bertujuan untuk penguasaan keterampilan bahasa Inggris yang baik dan benar, serta belajar bagaimana mentransformasi diri menuju transformasi sosial.

Program short course yangdiikuti oleh sang kader dilaksanakan di Wongsanit Ashram, Nakhon Nayok,Thailand selama 3 Bulan dimulai dari tanggal 13 Januari hingga 9 April 2020.Untuk tahun ini, jumlah peserta diikuti oleh 12 orang berasal dari beberapaNegara diantaranya India, Vietnam, Thailand, Myanmar, Jepang, Prancis, danIndonesia yang tentu dengan latar belakang profesi dan budaya berbeda-beda.

Kader yang disebut di atasadalah Hindun Niyatus Sa’adah, atau akrab disapa Hindun. Ia merupakan kaderMuhammadiyah berasal dari Demak Jawa Tengah. Pada saat masih Demak, ia aktif diIkatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Demak. Kemudian setelah hijrahke Surakarta untuk melanjutkan studi lanjut di Universitas MuhammadiyahSurakarta (UMS) ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tingkatKomisariat dan Cabang.

Pada saat di saat di UMS, iamengambil kuliah jurusan program ganda (Twinning Program) Ekonomipembangunan di Fakultas Ekonomi dan Hukum Ekonomi Syariah di Fakultas AgamaIslam. Setelah menyelesaikan studinya di UMS, ia aktif menjadi pegiat di Pusatstudi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) UMS. Lembaga ini sangat fokus padapersoalan-persoalan kebudayaan dan perubahan sosial positif, baik dalam bidangpsikospiritual, ekonomi, politik maupun budaya. Selain di PSBPS UMS, ia jugaaktif di Nasyiatul Aisyiyah (NA) Surakarta.

Keikutsertaan Hindun padaprogram SENS ini merupakan kesempatan kedua Kader Muhammadiyah setelahsebelumnya ialah Dewi Martina, dosen Universitas Muhammadiyah Riau,Indonesia. Kesempatan pengiriman kader Muhammadiyah untuk program shortcourse ini tidak lepas dari peran dari Yayah Khisbiyah yang aktif diLembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) Pimpinan PusatMuhammadiyah. Melalui LHKI, Yayah beberapa kali menjalin kerjasama denganTed Mayer selaku Direktur Akademik Institute for TransformativeLearning, International Network of Engaged Buddhists (INEB). Selainaktif di LHKI PP Muhammadiyah, Yayah saat ini adalah dosen di FakultasPsikologi UMS sekaligus Direktur Eksekutif PSBPS UMS.

Pada saat dimintai keteranganmelalui surat elektronik oleh penulis, Hindun berharap dapat berpartisipasisecara aktif mempromosikan Islam Rahmatan Lil Alamin yangcinta perdamaian. Mengedepankan gerakan nir-kekerasan.

Selain itu, ia berharap pulamampu melakukan advokasi terhadap bentuk penindasan dan perusakan di muka bumiserta dapat bertransformasi menjadi manusia yang lebih mengedepankan nilai-nilaikemanusiaan, sikap inklusif serta mampu menjadi suluh peradaban.

Lebih lanjut, sekembalinya Hindun besok ke Indonesia, ia ingin melibatkan dirinya kepada masyarakat Indonesia pada permasalahan sosial budaya dan ekonomi untuk mewujudkan kehidupan yang adil sejahtera, bahagia, bermakna, dan damai. Saat ini, selain aktifitasnya di NA Surakrta dan di PSBPS UMS, ia tengah menyelesaikan studi magisternya program akuntansi di UMS. (Kontributor – Paksi / Foto: Dokumen The INEB Institute)