Dung…! Dung…! Dung…!, Bunyi Gong Tandai Peresmian Rumah Pintar Pemilu Intanpari

0
580

Karanganyar, Kamis(30/03/2017) – Ratusan tamu undangan mengikuti peresmian rumah pintar pemilu di kantor Komisi Pemilihan Umum Derah (KPUD) Kabupaten Karanganyar, Rabu (29//2017). Hadir dilokasi sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Parta Politik, Organisasi Kepemudaan, forkompinda, Bupati serta komisioner KPU Jateng dan se soloraya. Peresmian gedung disimbolkan dengan pemukulan Gong oleh Komisioner KPU RI, Ida Budiati didampingi Bupati Karanganyar, Ketua KPU Jawa tengah dan Ketua KPU Karanganyar. Setelah pemukulan gong dilanjutan dengan pemotongan pita dan penandatanganan batu prasasti.

Rumah pemilu ini merukan program dari KPU RI yang ditujukan untuk memberikan pendidikan dan pemahaman terhadap demokrasi yang ada di Kabupaten/ Kota se- Indonesia. Menurut Sri Handoko, nama rumah pintar pemilu di karanganyar mengambil salah satu brand Kota Karanganyar yaitu rumah pintar pemilu intanpari.

“ Kami memberikan nama intanpari sebagai nama rumah pintar pemilu ini karena merupakan salah satu brand dari Kabupaten Karanganyar yang merupakan singkatan dari industri, pertanian dan pariwisata. Namun untuk rumah pintar pemilu ini, intanpari disini dimaksud adalah rumah pintar pemilu “informasi tentang pemilu dan demokrasi”. Dengan segala kemapuan dan keadaan yang ada pada kami, kami berusaha mewujudkan rumah pintar ini dengan harapan adanya rumah pintar pemilu intanpari ini memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk bisa meningkatkan partisipasi dan juga kualitas demokrasi di Kabupaten Karanganyar .” tuturnya.

Bupati karanganyar, Juliatmono turut memberikan apresiasi dan penghargaan kepada KPU yang terus melakukan upaya inovatif dan kreatif dalam megembangkan demokrasi yang mapan.

“Pemerintah mengapresiasi dan menyamaikan penghargaan terima kasih semoga KPU terus melakukan upaya-upaya inovatif dan kreatif. Karena negara kita ini sudah mengambil jalan demokrasi sebagai sarana menuju masyarakat yang sejahtera dalam koridor NKRI, UUD ’45, dan kebinekaan sebagai keniscayaan yang harus dipelihara dan dijaga dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah menyambut baik memalui rumah pintar pemilu ini menjadi sebuah sesuatu yang sangat mengundang pentingnya peran aktif masyarakat ikut menjadi bagian penting dalam setiap proses-proses pemilu. “ katanya.

Lanjutnya, beliau mengingatkan kembali pentingnya peran serta masyarakat dalam menentukan pemimpin dan membangun daerah.

“ Peningkatan kualitas demokrasi harus ditingkatkan, jangan sampai rakyat tidak menggunakan hak pilih, dan disaat pemerintah memutusan kebijakan dia ikut protes. Ini pendidikan harus dibangun, saat pemilu tidak hadir, saat pemilu tidak nyoblos, saat ada partai poitik tidak pernah memberikan kesan pada parpol. Dan disaat pemerintah memutuskn sesutu dengan lembaga-lembaga yang dihasilkan oleh partai politik mereka protes. Ini tidak benar dalam sistem demokrasi. Kalau tidak menggunakan hak pilih mbok ya diam….gak usah ikut cawe-cawe terhadap Negara, karena tidak mempunyai kontribusi terhadap Negara. Wis ora milih, bengak-bengok, ngawur omongane…..nggak boleh seperti itu. Tapi kalau saya menentukan pilihan, maka saya ikut mengambil kontribusi merubah bagaimana keadaan yang ada menjadi lebih baik. “ tambahnya.

Menurutnya demokrasi itu mensyaratkan adanya partai politik. Maka masyarakat perlu mendapat pendidikan agar mereka percaya denga partai politik. Karena kealergian kepada partai politik akan mengakibatkan merosotnya kualitas demkrasi di Indonesia.

Harapan kedepan dengan adanya Rumah Pintar Pemilu Intanpari ini menjadi sumber informasi dan pendidikan demokrasi bagi masyarakat. Masyarakat mengenal sejarah pemilu, menyediakan informasi lebih detail tentang sistem pemilu yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bukan hanya belajar saja tetapi juga disediakan fasilitas simulasi, bagaimana praktek secara langsung memilih calon-calon pemimpin. Kedepan, pilkades maupun bentuk pemilihan kepemimpinan yang berkaitan dengan demokrasi belajarnya ke KPU. (Wien)