Dua Anak Tewas Tenggelam di Sungai Samin, Sukoharjo

0
277

NEWSKABAR12, Sukoharjo – Dua anak perempuan, Zahra Eriska Putri (13) dan Natasha (11), ditemukan tewas setelah tenggelam di Sungai Samin, perbatasan Desa Telukan dan Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (27/4/2025) malam. Keduanya dilaporkan hilang saat bermain di sekitar sungai dekat pintu air Moro pada pukul 17.30 WIB.


Berdasarkan keterangan warga, Zahra dan Natasha terakhir terlihat bermain di tepi Sungai Samin. Ketika air sungai mulai surut, korban diduga terjatuh atau terbawa arus. Keluarga dan warga langsung melakukan pencarian setelah menemukan sandal milik korban tertinggal di lokasi. Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan untuk menyelami dasar sungai guna menemukan kedua anak tersebut.

Setelah pencarian intensif selama lebih dari tiga jam, jenazah Zahra berhasil ditemukan pada pukul 20.56 WIB di kedalaman sekitar tiga meter. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 21.53 WIB, jenazah Natasha ditemukan di lokasi yang sama. “Kedua korban terjebak di dasar sungai dengan kedalaman tiga meter. Pencarian cukup menantang karena kondisi arus dan visibilitas bawah air,” jelas perwakilan Tim SAR dalam keterangan singkat.


Lokasi kejadian berada di Sungai Samin, dekat pintu air Moro, yang menjadi perbatasan Desa Telukan dan Desa Kadokan. Area ini dikenal memiliki arus tidak stabil, terutama saat terjadi perubahan debit air secara tiba-tiba. Warga setempat menyebut, meski sering diingatkan untuk tidak bermain di sungai, anak-anak kerap mengabaikan larangan tersebut.


Tim SAR gabungan terdiri dari personel Basarnas, polisi setempat, dan relawan lokal. Mereka menggunakan peralatan penyelaman untuk menjangkau dasar sungai. Kedua jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib masih mendalami faktor penyebab kecelakaan dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak di sekitar sungai.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua dan edukasi keselamatan bagi anak-anak, terutama di area berpotensi bahaya seperti sungai. Pihak desa dan instansi terkait diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan, seperti pemasangan rambu peringatan atau pengawasan ketat di lokasi rawan.