Bupati Karanganyar Lauching Gedung MIM SUKA dengan Menghadirkan Dai Kecil Wildan

0
458

Karanganyar, Ahad(24/11/2017) – Pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Unggulan Suruh Kalang (MIM SUKA) dukuh Jetak, Desa Suruh Kalang, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar telah memasuki tahap akhir. Madrasah Ibtidaiyah yang dibangun swadaya masyarakat dan partisipasi umat yang dirintis Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jaten sejak tahun 2012 ini diresmikan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Sabtu (23/12) melalui acara tabligh akbar yang mehadirkan dai kecil Wildan dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga.
Launching secara resmi gedung madrasah setinggi 3 lantai dengan menelan biaya pembangunan lebih dari 600 juta ini ditandai dengan penandatanganan prasasti secara bersama oleh Bupati dan Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Kabupaten Karanganyar. Sebelum acara penandatanganan prasasti jama’ah yang hadir dilokasi peresmian mengikuti tabligh akbar yang disampaikan oleh dai kecil Wildan yang menyampaikan pentingnya orang tua memilih pendidikan yang tepat bagi anak-anaknya.

Wildan memberikan contoh dirinya sendiri sebagai salah satu produk sekolah yang berbasiskan agama pada SD Muhammadiyah Plus Salatiga. “ Islam dengan kitab sucinya Al Qur’an yang dimulai dengan Iqra’ menjadi motivasi untuk mendorong anak-anak tekun belajar, tidak ada orang pintar dan sukses tanpa mau membaca (belajar, red.)” kata Wildan.

Bupati Juliyatmono dalam sambutan arahan kepada pengelola MIM SUKA dan masyarakat mendorong kepada seluruh warga Kabupaten Karanganyar untuk menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas kebutuhan. “Anak sebagai salah satu investasi masa depan dunia dan akherat, pendidikan yang tepat menjadikan anak pinter dan bener harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena alasan kemiskinan menjadi alasan tidak memeberikan pendidikan kepada anak-anak kita. Jangan sampai ada anak di Karananyar ini yang tidak sekolah, pemerintah akan membantunya” tegas Juliyatmono.

Juliyatmono juga menambahkan bahwa dirinya tidak kawatir jika sekolah-sekolah negeri kalah dengan sekolah yang dikelola oleh masyarakat, khususnya seperti yang banyak dikelola oleh Muhammaadiyah. “Tidak mengapa sekolah-sekolah negeri tidak dapat murid kalah oleh sekolah swasta yang tentunya memiliki kelebihan antara lain dibidang agama. Saya tida kawatir nantinya sekolah negeri yang muridnya sedikit kita gabung”. Menurut Bupati yang juga kader Muhammadiyah ini sekolah harus bisa melahirkan generasi yang pinter dan bener, karena saat ini banyak orang pinter yang tidak bener. “Sekolah berbasis agama harus menjadi pilihan utama masyarakat, karena dengan berbasiskan agama anak-anak kita sudah mempunyai bekal utama utamanya pendidikan ditingkat dasar karena ketika sudah memasuki pendidikan lanjut kalau tidak punya bekal agama kuat sudah sulit dikontrol.”

Sementara itu ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar Muhammad Samsuri dalam sambutan awalnya menyampaikan jika saat ini sekolah-sekolah tingkat dasar yang dikelola masyarakat termasuk Muhammadiyah mengalami peningkatan khsususnya dalam perolehan peserta didik (murid). “Adanya nilai-nilai lebih yang dimiliki sekolah berbasis agama (Islam, red) dibandingkan sekolah umum, ini yang menjadi pertimbangan orang tua dalam memilih sekolah bagi anak-anaknya” kata Muh. Samsuri.

Muh. Samsuri juga berharap anak-anak lulusan dari sekolah-sekolah Muhammadiyah kelak menjadi orang-orang pintar dibidangnya masing-masing dan dapat kembali ke Amal Usaha Muhammadiyah yang ada. “Saya berharap lulusan dari sekolah Muhammadiyah bisa mengisi posisi-posisi strategis di amal usaha Muhammadiyah. Dokter, perawat, guru dan tenaga-tenaga ahli lainya yang bisa ditepatkan di PKU, Sekolah dan amal usaha lainnya”.

Menurut Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Unggulan Suruh Kalang (MIM SUKA) Pamuji Raharjo yang didampingi ketua PCM Jateng Dwi Priyo Sarjono sekolahnya saat ini memiliki 97 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 5 akan terus dikembangkan dalamhal kualitas dan sarananya.”Tadi pak Bupati juga sudah menjanjikan tambahan dana pengembangan sarana pendidikan sebesar 50 juta kepada kami”. (MPI PDM Kra – JOe).