Diksuspala ‘Sapu Jagad’!: 270 Kepala Sekolah Muhammadiyah Siap Transformasi Pendidikan di Jawa Tengah!

0
1636

NEWSKABAR12, KARANGANYAR – Pendidikan Khusus untuk Kepala Sekolah Muhammadiyah (Diksuspala) memasuki putaran ke-8. Diikuti oleh 270 peserta dari berbagai jenjang sekolah dasar hingga menengah. Acara ini berlangsung di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah, mulai dari hari Kamis (5/12/2024) hingga Minggu (8/12/2024).

Pembukaan acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen & PNF) PP Muhammadiyah Abdullah Muktki, Ketua BBGP Jawa Tengah Darmadi, serta Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen & PNF) PWM Jawa Tengah Rohmat Suprapto.

Dalam sambutannya, Ketua BBGP Jawa Tengah menekankan pentingnya acara ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah. “Kami merasa terhormat menjadi bagian dari Diksuspala di Jawa Tengah dan siap menerima masukan untuk evaluasi kegiatan di masa depan. Kami berkomitmen untuk mendukung pendidikan bermutu bagi semua,” ujar Darmadi.

Darmadi juga menekankan bahwa Diksuspala bertujuan untuk meningkatkan kemampuan entrepreneurship kepala sekolah, sehingga sekolah-sekolah dapat menarik lebih banyak siswa. “Diskusi yang terjadi harus terbuka, karena ini akan menjadi pintu bagi masukan yang konstruktif bagi sekolah,” tambahnya.

Setelah acara, Darmadi menekankan kolaborasi antara Muhammadiyah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sangat baik. “Semua peserta sangat antusias. Kami berharap semua peserta angkatan ke-8 dapat lulus dan tujuan utama Diksuspala, yaitu peningkatan penerimaan peserta didik baru (PPDB), dapat tercapai,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dikdasmen PP Muhammadiyah, Abdullah Mukti mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya Diksuspala di Jawa Tengah. “Kami ingin menghadirkan transformasi pendidikan yang unggul dan modern bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Saat ini, Jawa Tengah menjadi barometer keunggulan pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa setelah Diksuspala, diharapkan tidak ada lagi sekolah dengan jumlah siswa di bawah 100, menjadikan sekolah-sekolah di Jawa Tengah sebagai role model bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya. “Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan yang signifikan,” ujarnya optimis.

Diksuspala ke-8 ini, yang dijuluki “Sapu Jagad,” menandai penutup rangkaian Diksuspala yang dimulai sejak bulan Oktober. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan kegiatan ini dapat membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan di Jawa Tengah.