Desa Kaya Raya Di Kabupaten Karanganyar Bagikan THR Untuk Warganya

0
570

NEWSKABAR12, Karanganyar – Sebanyak 1.426 keluarga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, menerima tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri secara tunai, dengan masing-masing keluarga mendapatkan Rp500 ribu.

THR ini diambil oleh para penerima dari 50 RT di desa yang terletak di lereng Gunung Lawu. Desa Berjo memiliki kekayaan alam yang dikelola oleh BUMDes Madirda Abadi, yang berhasil meraih keuntungan hingga Rp11 miliar dari penjualan tiket masuk objek wisata seperti Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda, serta sewa kios di area wisata.

Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, menyampaikan bahwa pendapatan BUMDes yang disetorkan ke PADes Berjo pada 2024 diperkirakan mencapai Rp8 miliar, sementara untuk tahun ini diprediksi mencapai Rp11 miliar. Pembagian THR untuk 1.426 keluarga telah direncanakan melalui musyawarah desa.

“Setiap KK mendapatkan Rp500 ribu, totalnya mencapai Rp713 juta. Kami memiliki tiga program SBS, kali ini dinamakan Semua Bisa Sejahtera,” ujarnya kepada wartawan setelah melakukan pembagian THR secara simbolis di aula kantornya pada Kamis (20/3/2025).

Warga diberikan waktu untuk mengambil THR secara langsung pada Kamis dan Jumat (20-21/3/2025), dengan pengelompokan berdasarkan urutan dari enam dusun.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, juga hadir untuk membagikan THR secara simbolis kepada warga Berjo. Ia mengapresiasi Pemerintah Desa Berjo yang berani memberikan THR kepada warganya.

“Kami sangat menghargai perangkat desa dan BUMDes Berjo. Ini adalah kali pertama di Karanganyar. Semoga dapat berlanjut di tahun berikutnya dengan jumlah yang lebih besar,” katanya.

Perekonomian Desa Berjo sangat bergantung pada sektor pariwisata. Setelah penataan BUMDes, kini saatnya warga menyambut pengunjung wisata dengan baik.

Selain pembagian THR, desa ini juga menjamin pendidikan dan kesehatan bagi warganya di luar program pemerintah. Tanpa memandang latar belakang ekonomi, Pemdes Berjo memberikan beasiswa kepada 640 penerima untuk jenjang SMP, SMA, dan sarjana senilai Rp654,5 juta, serta jaminan kesehatan sebesar Rp442 juta dan BLT Rp110 juta untuk lansia, warga rentan miskin, dan anak yatim. Pembagian THR juga mencakup lembaga atau organisasi masyarakat di desa.