CFD Karanganyar Diliburkan , Begini Nasib Pedagang!

0
658

NEWSKABAR12, KARANGANYAR (KR) – Para pelaku usaha yang biasanya berjualan di CFD Karanganyar dipersilakan untuk tetap berjualan meskipun acara yang diadakan setiap Minggu pagi tersebut sedang libur. Mereka dapat menyesuaikan lokasi lapak dagang di tempat yang aman, selain di badan jalan.

CFD Karanganyar akan libur mulai 22 September hingga 24 November 2024. Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengambil keputusan ini karena khawatir acara tersebut disusupi agenda sosialisasi politik oleh calon bupati, wakil bupati, serta calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah selama masa kampanye. Untuk menghindari kritik, lebih baik CFD diliburkan.

Aris Murtopo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Transmigrasi, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Diskuktran SDM) Karanganyar, menyatakan bahwa pedagang diperbolehkan memindahkan lapak dari bahu jalan ke jalur lambat atau ke plasa alun-alun dan Taman Pancasila.

“Kalau ada tempat kosong dan aman dari lalu lalang, pakai saja. Asalkan tidak mengganggu lainnya,” katanya.

Waktu berjualan pada Minggu pagi juga harus disesuaikan dengan jam CFD yang berlangsung dari pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan Karanganyar, Sri Suboko, menegaskan bahwa petugas akan tetap ditugaskan di ruas jalan Lawu untuk mengatur lalu lintas, mengingat kemungkinan konsentrasi PKL di alun-alun kota dan Taman Pancasila.

“Memang enggak boleh jualan di jalan raya karena CFD libur. Tapi tetap saja terkonsentrasi di plasa alun-alun dan Taman Pancasila. Petugas tetap kami siagakan di sana,” ujarnya.

CFD Karanganyar direncanakan kembali dibuka pada 1, 8, dan 15 Desember 2024, sebelum diliburkan lagi pada 22 dan 29 Desember 2024 untuk mendukung kelancaran lalu lintas saat Natal dan Tahun Baru.

Di sisi lain, Camat Colomadu, Dwi Adi Susilo, menyatakan bahwa libur CFD tidak berlaku di wilayahnya. CFD di sepanjang Jl Adi Soetjipto, mulai dari depan Alana Hotel hingga lampu merah Malangjiwan, akan tetap diadakan setiap Minggu. Para pedagang menolak tegas keputusan untuk meliburkan CFD, dengan alasan kekhawatiran akan adanya kampanye terselubung.

“Masyarakat enggak setuju (CFD libur). Pada komplain kalau libur. Ada 1.000 lebih pedagang di empat zona, semua menggantungkan penghasilan dari CFD,” katanya.(L1m)