Bekali Siswa dengan Life Skill, SMP DA Adakan Ekskul Menjahit dan Memasak Setiap Sabtu

0
518

Karanganyar, Rabu(03/05/2017) – SMP Muhammadiyah Darul Arqom (SMP DA) Karanganyar memiliki program tersendiri untuk memberikan pembekalan ‘Life Skill’ kepada para siswa. Sekolah unggulan yang berlokasi di kompleks sekolahan Jl. Aw Monginsidi ini selalu memberikan pembekalan menjahit dan memasak setiap akhir pekan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah, Bestari Citra Resmi, S.Pd., M.Sc, kepada Kabarduabelas.com ketika dijapri melalui telpun selulernya.

“Ekskul tersebut dalam rangka membekali peserta didik dengan life skill sehingga kemampuan anak tidak hanya di bidang akademis tapi juga di bidang kecakapan hidup dan agama tentunya. Ekskul menjahit dan memasak dilaksanakan setiap sabtu”, tandas Bestari.

Menurutnya, Ekskul keterampilan menjahit dan memasak diajarkan oleh guru – guru SMP DA sendiri. Di sekolah tersebut para guru dituntut untuk multitalenta dan multitasking, sehingga dalam pemberian pembelajaran keterampilan hidup dilakukan oleh para guru putri.

“Guru menjahit adalah guru – guru putri dari SMP DA sendiri yang secara otodidak juga mempelajari menjahit sebagai ajang kreatifitas guru yang dituntut harus multitalenta dan multitasking”, tambahnya.

Saat ini di sekolah unggulan tersebut sudah tersedia fasilitas ruang menjahit dengan 28 buah mesin jahit. Ruangan tersebut memang selalu digunakan setiap Sabtu untuk kegiatan para siswa.

Seperti yang dilaksanakan hari Sabtu lalu (29/04), para siswi dari kelas VII dan VII antusias mengikuti ekskul menjahit mulai pukul 09.30 – 11.00 WIB dengan didampingi oleh guru nya.

Pembina Ekskull keputrian, Noer Fuadiyah Uyun, S.Pd., menyampaikan bahwa para anak didik diajari menjahit dasar seperti membuat pola, memasukan benang, membuat taplak meja, menjahit pola sederhana dan lain – lain.
Sebelum diajarkan menjahit menggunakan mesin, anak dikenalkan dengan fungsi yang terdapat pada mesin.

“Diharapkan dengan adanya ekskul keputrian, siswi dapat memperoleh bekal keterampilan lain selain ilmu teori”, pungkas Noer. (Bcr/Nfu)