Bedah Fiqih Kurban, MTT PDM hadirkan PCM dan Ta’mir Masjid Muhammadiyah se Karanganyar

0
521

Karanganyar, Ahad (04/09/2016)- Memasuki bulan Dzulhijah 1437 H atau sebagaian umat islam meyebut dengan bulan haji atau bulan kurban senantiasa menarik menjadi perbincangan umat, banyak ibadah-ibadah khusu yang dituntunkan oleh Rasulullah Muhammad  ﷺ dalam bulan ini. Yang sering banyak timbul perdebatan dikalangan umat islam antara lain adalah tentang atauran main A sampai Z tenang kurban, tentunya yang sesuai dengan kaidah-kaidah tuntunan Qur’an dan hadist lebih khusus yang menjadi rujukan dan dipakai dikalangan warga Persyarikatan Muhammadiyah.

Majelis Tarjih dan Tajdid, yang merupakan alat kelengkapan sebagai pembantu pimpinan Muhammadiyah dari segala tingkatan mengemban amanah untuk memberikan “pencerahan” perihal tersebut di atas. Maka pada hari Ahad, 04 September 2016 bertempat di Masjid Abu Nasir 2 komplek Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar diadakan kajian fiqih kurban yang dimulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai.

Disampaikan oleh Ketua MTT PDM Karanganyar Ustadz Ruswa Darsono yang juga menjabat sekretaris MTT PWM Jawa Tengah, bahwa kajian fiqih kurban ini dilaksanakan khusus untuk kalangan pimpinan-pimpinan cabang Muhammadiyah serta takmir masjid Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Karanganyar. Adapun sesuai undagan yang telah disampaikan masing-masing PCM dan Takmir Masjid dalam binaan Muhammadiyah mengirimkan 3 orang perwakilan.

Pemyampaian materi fiqih kurban kepada peserta kajian disampaikan langsung oleh ustadz Ruswa yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta ini, untuk lebih mempermudah dan menarik kepada para peserta penyampaian materi menggunakan media slide LCD dan penampilan video tatacara pengelolaan hewan kurban sehingga lebih jelas dan detail.

Materi yang disampaikan tentunya berdasarkan atas ketentuan-ketentauan hukum syar’i kurban berdasar Qur’an dan Hadist yang sudah dimuat dalam buku Himpunan Putausan Tarjih (HPT), sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari peserta kajian berdasarkan pengalaman dilapangan oleh para pimpinan cabang dan takmir masjid di daerah masing-masing.

Jelas, gamblang dan menarik situasi kajian yang dilaksanakan bahkan karena antusiasme serta banyaknya interaktif dari peserta kajian yang pastinnya adalah para pelaku / pelaksana pengelolaan kuraban di daerah masing-masing, bahkan waktu yang cukup lama tidak terasa oleh para peserta kajian fiqih kurban ini. Harapannya ilmu yang diperoleh ini dapat dipraktikkan di lapangan sesuai ajaran, ungkap salah satu peserta kajian. (MPI PDMKRA – Joe)