Eliminasi TBC di Kabupaten Karanganyar, RSUD Kartini Karanganyar Jalin Kerjasama dengan Mentari Sehat Indonesia dan PD ‘Aisyiyah Karanganyar

0
1458

Karanganyar, 6 Agustus 2024 – Upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karanganyar tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas masyarakat. Salah satu komunitas yang berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan TBC di Karanganyar adalah Komunitas Mentari Sehat Indonesia (MSI).

Dalam rangka mendukung program eliminasi TBC, MSI Karanganyar menjalankan berbagai kegiatan, seperti edukasi TBC dan skrining kesehatan terkait TBC yang dilakukan bersama dengan petugas puskesmas. Pasien TBC dibedakan menjadi dua kategori, yaitu TBC Sensitif Obat (TBC SO) dan TBC Resisten Obat (TBC RO). Pasien TBC RO membutuhkan masa pengobatan yang lebih lama, yaitu lebih dari 6 bulan, serta memerlukan pendampingan khusus dan intensif selama menjalani pengobatan.

Pada hari Selasa, 6 Agustus 2024, RSUD Kartini Karanganyar dan Mentari Sehat Indonesia menandatangani Perjanjian Kerjasama Pendampingan Pasien TBC RO. Penandatanganan dilakukan oleh dr. Arif Setyoko, M.M. selaku Direktur RSUD Kartini Karanganyar, dan Dr. Supriyanto, M.Pd. selaku Ketua Yayasan Mentari Sehat Indonesia Jawa Tengah.

Dalam kerja sama ini, MSI akan menyediakan tenaga Patient Supporter (PS) yang akan melakukan pendampingan psikososial bagi pasien TBC RO. Selain itu, MSI juga akan menugaskan Manajer Kasus (MK) RO untuk mendistribusikan dan memonitor dana dukungan (enabler) kepada pasien TBC RO sejumlah Rp 600.000,00 setiap bulannya, yang akan ditransfer langsung ke rekening pasien.

“Kami berharap kerjasama antara RSUD Kartini Karanganyar dan Mentari Sehat Indonesia dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Karanganyar, serta dapat membantu menurunkan kasus TBC di wilayah ini,” ujar dr. Arif Setyoko, M.M.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat meningkatkan kemudahan pasien TBC RO dalam menjalani pengobatan, sehingga upaya eliminasi TBC di Kabupaten Karanganyar dapat lebih optimal.