Rem Blong di Turunan Maut Tawangmangu: 5 Tewas, Termasuk Bocah 5 Tahun, 12 Luka Terlontar dari Minibus Wisata

0
748

NEWSKABAR12, Karanganyar – Lima orang meninggal dunia dan 12 lainnya luka-luka setelah minibus Elf (Nopol S 7338 AA) pengangkut rombongan wisata asal Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur, menabrak jembatan Banaran di jalur lama Tawangmangu-Sarangan, Magetan. Kecelakaan maut ini terjadi di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/5/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga, minibus mengalami rem blong saat melintasi jalan turunan curam menuju lokasi wisata Tawangmangu.

Menurut Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Agista Ryan Mulyanto, minibus yang dikemudikan Heri P (40), warga Padangan, membawa 16 penumpang. Saat melintasi turunan tajam di jalur Gondosuli, kendaraan diduga kehilangan kendali akibat rem tidak berfungsi, lalu menghantam bukit jembatan Banaran. “Lima korban tewas di tempat, termasuk empat perempuan dewasa dan seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Dua dari 12 korban luka mengalami cedera berat,” jelasnya.

Jenazah korban dibawa ke RSUD Karanganyar, sementara korban luka dirawat di IGD rumah sakit tersebut dan Puskesmas Tawangmangu. Direktur RSUD Karanganyar, dr. Arif Setyoko, menyatakan total 17 korban diterima: 5 meninggal, 7 dirawat di IGD, dan 3 lainnya di Puskesmas. “Sebagian besar korban masih trauma. Beberapa menjalani CT Scan untuk memastikan kondisi cedera,” tambah Arif.

Tim gabungan Polres Karanganyar telah mengevakuasi minibus yang hancur ke Unit Laka Satlantas. Sopir minibus, Heri P, turut terluka dan masih dimintai keterangan. “Kami menduga kuat penyebabnya rem blong, tetapi penyelidikan teknis dan pemeriksaan saksi masih berlangsung,” ujar AKP Agista.

Rombongan yang berangkat dari Bojonegoro pagi itu rencananya berwisata ke Tawangmangu. Sayangnya, petaka terjadi sebelum mereka tiba di tujuan. Keluarga korban yang meninggal masih berduka dan menjemput jenazah di RSUD Karanganyar.