KABARDUABELAS, Tawangmangu – Kegiatan Jambore Nasional ke-3 Relawan Muhammadiyah dan Aisyiyah (RMA) di Karanganyar pada Sabtu, 28 Juni 2025, menghadirkan sesi “Sharing Session” yang mempertemukan relawan dan praktisi dalam upaya memperkuat ketangguhan komunitas.
Sesi ini diselenggarakan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) MDMC PP Muhammadiyah dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP Aisyiyah. Acara tersebut terdiri dari delapan kelas tematik yang diikuti lebih dari 2.000 relawan dari seluruh Indonesia, dengan topik meliputi penguatan institusi pencegahan bencana, peran perguruan tinggi dalam edukasi mitigasi, strategi penggalangan dana, serta pendekatan perempuan Aisyiyah dalam adaptasi perubahan iklim dan pengurangan sampah rumah tangga.
Beberapa sesi menonjol antara lain “Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana” yang menyorot penanaman mangrove, pengelolaan sampah, serta inisiatif transisi energi ‘Aisyiyah—seperti penggunaan panel surya di SD ‘Aisyiyah Sukabumi dan program 1000Cahaya bersama ViriyaENB.
Selain diskusi teknis, terselenggara juga forum “Resilience Meeting Group” yang mempertemukan pimpinan MDMC dan LLHPB, pejabat pemerintah, dan mitra internasional. Narasumber di antaranya adalah Dr. Lilik Kurniawan, Deputi Koordinasi Penanggulangan Bencana Kemenko PMK, serta Duta Besar RI untuk Lebanon, Drs. Hajriyanto Y. Tohari, M.A.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah dan Aisyiyah menunjukkan komitmennya tidak hanya pada respons bencana, tetapi juga pada penguatan masyarakat melalui edukasi publik, kolaborasi lintas sektor, dan pemberdayaan komunitas berbasis nilai kemanusiaan dan ilmu pengetahuan.














