Press Release: Peletakan Batu Pertama Museum Muhammadiyah Oleh Presiden RI

0
805

PRESS RELEASE

*PELETAKAN BATU PERTAMA (GROUNDBREAKING) MUSEUM MUHAMMADIYAH OLEH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BAPAK IR. H. JOKO WIDODO*

Kabar yang sangat menggembirakan kita semua karena Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo bersedia menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Gedung Museum Muhammadiyah pertama di Kompleks Kampus Utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada hari Sabtu tanggal 22 Juli 2017, yang juga akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, para pengurus MPI PP Muhammadiyah, elemen Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, serta warga Muhammadiyah.

 

Terkait inisiasi museum Muhammadiyah, sebenarnya telah dimulai pada sejak kepengurusan MPI PP Muhammadiyah periode 2010-2015. Dan, puji syukur alhamdulillah saat ini Pemerintah Republik Indonesia bersedia memfasilitasi ikhtiar besar Persyarikatan Muhammadiyah ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, mulai dari tahap perencanaan, persiapan, dan pembangunan museum, untuk mewujudkan mimpi memiliki sebuah museum sebagai pusat informasi dan dokumentasi sejarah gemilang kiprah Muhammadiyah membangun bangsa. Dalam mewujudkan mimpi ini peran UAD sangat besar, salah satunya adalah penyediaan lahan seluas 1 (satu) hektar untuk area museum dan mempersiapkan segala sesuatunya bersama Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah.

 

Museum, bagi bangsa Indonesia, sangatlah penting dan mendasar, sebagai media fisik yang berfungsi sebagai penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti material, hasil budaya manusia Indonesia yang berguna bagi pelestarian nilai-nilai keunggulan budaya bangsa. Museum juga merupakan sarana pengkayaan di bidang pendidikan, hiburan, dan pariwisata. Lebih dari itu semua, museum juga merupakan sarana informasi dan dokumentasi tentang segala sesuatu yang pernah terjadi yang sangat efektif.

Muhammadiyah yang sudah berusia 1 Abad lebih, sudah sepantasnyalah memiliki sebuah museum yang menjadi pusat pendokumentasian karya warga Muhammadiyah maupun sejarah keberadaannya di bumi Nusantara ini. Museum ini merupakan Museum Umum yang meliputi berbagai cabang ilmu pengetahuan di dalam perancangannya dan penyajiannya.

Beberapa alasan mendasar mengapa Persyarikatan Muhammadiyah yang sudah berusia 105 tahun ini merasa perlu mendirikan sebuah Museum Muhammadiyah, antara lain sebagai berikut:

(1). K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah adalah tokoh berpengaruh dalam sejarah pergerakan nasional di Indonesia. Riwayat hidupnya sangat penting untuk diabadikan sebagai media informasi keberadaannya bagi generasi yang akan datang. Ketokohan tidak hanya dimiliki KH Ahmad Dahlan, namun beberapa nama tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Mas Mansur, Prof. DR. Kahar Muzakkir, Mr. Kasman Singodimendjo, Ir. Djuanda, K.H. AR Fachruddin, Prof. DR. M. Amien Rais, dan tokoh-tokoh lainnya, memiliki sejarah yang cukup monumental dalam pergerakan nasional di Indonesia;

(2). Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan memiliki peranan strategis dalam masyarakat Indonesia khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial serta bentuk-bentuk aktual lainnya kiprah Muhammadiyah di era sekarang, dalam bidang pemberdayaan dan kemanusiaan secara lebih luas;

(3). Sudah sangat banyak peninggalan monumental artefak sejarah Muhammadiyah yang hilang jejak informasinya, sehingga dikhawatirkan semakin lama orang akan tidak mengenal lagi secara utuh artefak bersejarah bagi Muhammadiyah khususnya, dan juga bagi gerakan Islam di Indonesia pada umumnya;

(4). Secara kuantitas data, sudah sangat melimpah karya-karya monumental warga/tokoh Muhammadiyah yang belum terdokumentasikan secara baik di berbagai daerah dan lembaga di bawah Muhammadiyah, sehingga perlu mendapatkan rumah dokumentasi yang memadai untuk menjaga dinamika gerakan Ilmu di dalam visi pencerahan Muhammadiyah di abad kedua ini.

Kegiatan peletakkan batu pertama (groundbreaking) ini adalah kebahagian tersendiri bagi keluarga besar Muhammadiyah, karena akan segera dimiliki pusat informasi dan dokumentasi sejarah gerakan persyarikatan Muhammadiyah yang bisa dinikmati oleh warga Muhammadiyah sebagai sebuah kebanggaan, serta dinikmati masyarakat luas sebagai gambaran keberadaan Muhammadiyah dalam peta pergerakan ormas di Nusantara. Seperti pada awal mula rencana, tiga tujuan pokok pendirian Museum Muhammadiyah adalah sebagai pusat dokumentasi dan informasi sejarah gerakan Muhammadiyah, sebagai media pendidikan, serta sebagai media pariwisata. Museum Muhammadiyah yang terletak di kota kelahiran Muhammadiyah ini akan menjadi _center of excellent_ dari museum gerakan Islam di Indonesia yang telah berkontribusi besar dalam merawat NKRI dan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam pendirian Museum Muhammadiyah ini telah/sedang dilalui dalam beberapa tahapan yang cukup menguras tenaga dan pikiran, mulai dari tahap persiapan (identifikasi terhadap materi-materi yang akan ditampilkan dalam Museum Muhammadiyah. Dalam tahap persiapan ini juga akan dilakukan penjajagan dan survei terhadap cara memperoleh materi-materi yang akan ditampilkan dalam Museum Muhammadiyah); kedua, Tahap Pendisplayan Materi. Dalam tahap pendisplayan materi akan dilakukan penataan terhadap materi-materi yang sudah ada berdasarkan klasifikasi dan urutan peristiwanya. Khusus untuk peninggalan yang sifatnya masih living monument, dokumentasi dan informasi tidak hanya disajikan dalam museum namun di situsnya sehingga peninggalan tersebut akan menjadi bagian dari pengelolaan koleksi museum. Pada saat dilakukan penataan secara fisik koleksi-koleksi yang akan dipamerkan dalam Museum tersebut juga dilakukan penataan pengelolaan khususnya yang berkaitan dengan sumberdaya manusianya.

Museum Muhammadiyah didirikan sebagai sebuah upaya sungguh-sungguh dalam pendokumentasian secara komprehensif terhadap sejarah dan hasil karya Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, sehingga museum ini menjadi media transformasi nilai dan informasi tentang beragam tokoh serta peran kebangsaan Muhammadiyah disamping nilai historisnya.

Terakhir, kegiatan groundbreaking ini memberikan kekuatan akselaratif bagi Muhammadiyah dalam membangun pusat informasi yang modern dan unggul dan sekaligus pusat dokumentasi baru yang bersifat umum (publik) dan dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.

Yogyakarta, 22 Juli 2017

Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah