Pemerintah Patok Harga Lebih Tinggi Dari Tengkulak, Petani Bisa Untung Jual Gabah Ke Bulog

0
584

Karanganyar, Ahad(19/02) – Kabar bagus bagi para petani yang ingin menjual gabahnya ke Badan Urusan Logistik (Bulog). Pasalnya Pemerintah telah menetapkan harga beli Gabah Kering Panen (GKP) petani lebih tinggi dari pada tengkulak. Harga GKP yang lebih tinggi ini juga menguntungkan Bulog. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Gudang Bulog Triyagan Sukoharjo, Bramantiyo, saat melakukan kegiatan serapan gabah petani (Sergap) di Desa Banjarharjo, Kebakkramat pada Jumat kemarin (17/2/2017).

“Harga beli tengkulak berkisar Rp3.200 per kilogram GKP. Kalau pemerintah membeli Rp3.300-Rp3.700 per kilogram GKP. Sesuai Keppres Nomor 5 Tahun 2015 dan sesuai rafaksi gabah. Tetapi harus melalui proses pengecekan kelaikan. Bulog diuntungkan, harapan kami petani menjual gabah ke Bulog,” kata Bram, sapaan akrab Bramantiyo, saat ditemui wartawan di lokasi Sergap.

Bramantiyo menambahkan target penyerapan Bulog di Soloraya sebesar 114.000 ton beras dan 36.700 ton gabah. Saat ini Bulog sudah menyerap 38 ton beras dan 7 ton gabah hingga pertengahan Februari 2017 atau pada musim tanam (MT) I yaitu Oktober 2016-Maret 2017.

Salah satu petani di Banjarharjo, Narno, menyampaikan harapan kepada pemerintah agar membeli gabah dengan harga di atas harga tengkulak.

“Asalkan proses penjualan cepat dan tidak berbelit,” tutur dia.

Sementara itu, Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Czi) Santy Karsa Tarigan, mengungkapkan kegiatan Sergap merupakan kelanjutan kegiatan upaya khusus swasembada pangan. Sergap akan terus dilakukan.

“Berkat upaya bersama, Indonesia tidak impor beras sepanjang 2016. Indonesia malah ekspor ke Papua Nugini dan Srilanka. Padahal awal 2015 masih impor satu juta ton beras. Kami akan berupaya meningkatkan penyerapan beras maupun gabah. Ini bagian dari tugas operasi militer. Selain Perang, kami membantu pelaksanaan tugas pemerintah di daerah,” ujar Dandim saat dihubungi wartawan. (Sumber: Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)