PCNA 17 Kecamatan Dilantik, Ketua PDM Berpesan Tentang Ini

0
833
Ketua PDNA, Sartini, menyampaikan SK kepengurusan kepada PCNA yang dilantik

Karanganyar, Sabtu(17/03/2018) – Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Karanganyar di 17 Kecamatan akhirnya pagi tadi dilantik di Aula SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar, perwakilan dari IMM, PDPM, Majelis dengan total 210 peserta. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA), Sartini, S.Pd.

Dalam sambutannya, Sartini menegaskan bahwa NA merupakan organisasi otonom yang tidak berdiri sendiri melainkan berada dibawah Muhammadiyah sehingga NA harus menjaga nama baik Muhammadiyah. Ia berharap para pengurus yang dilantik pagi itu mampu menggerakkan NA. Menurutnya, terdapat beberapa hal untuk mengeksiskan PCNA yaitu adanya struktur kepemimpinan, musyawarah cabang dan ada kegiatan.

“PCNA dikatan hidup ada 3 hal yaitu struktur kepemimpinan, musyawarah cabang dan kegiatan rutinnya ada”, terang Sartini.

Pengajar di MIM Karanganyar itu juga berpesan agar PCNA yang dilantik mampu melebarkan sayapnya dan mampu mendirikan ranting – ranting nya. Sartini juga menyampaikan tentang kepengurusan PCNA Jenawi yang masih kepengurusan lama, ia berharap melalui Ketua PDM agar ada pembinaan kader di Jenawi.

“Di Jenawi untuk kadernya kurang, mohon Pak Samsuri agar LPCR membantu”, harapnya.

Ketua PDNA melakukan prosesi pelantikan PCNA disaksikan Ketua PDM dan Ketua PDA

Sementara itu, Ketua PDM Karanganyar, Drs. H. Muh Samsuri, MSI, mengingatkan tentang tugas yang diamanahnya NA kepada para pengurus NA yang baru saja dilantik. PCNA harus melakukan kegiatan – kegiatan dan bisa sesering mungkin bersilaturahim.

“Jadi pimpinan di Muhammadiyah itu bukan kehormatan, tapi amanah. Tidak hanya bermakna duniawi tapi ukrowi, jangan sampai setelah dilantik kemudian tidak ada kegiatan sama sekali”, tegas Samsuri.

Samsuri mengapresiasi gerak NA yang mampu mengambil peluang mengembangkan usaha di Muhammadiyah. PDNA memiliki toko di RS PKU Karanganyar dan toko Suara Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah 2 yang menyediakan buku – buku dan seragam ke-Muhammadiyahan.

Ketua PDM Karanganyar, Muh Samsuri, beserta istri berfoto bersama dengan PCNA yang telah dilantik

Ketua PDM dua periode berturut-turut itu juga menceritakan pengalamannya dalam melakukan usaha dagang untuk menyemangati gerak NA. Selain mendirikan toko, NA bisa melebarkan usaha misalnya tentang Walimatul ‘ursy yang baik, cara mencari jodoh yang baik dan lain – lain. Menurutnya, NA harus kreatif selalu mengadakan kegiatan – kegiatan yang berkaitan dengan keremajaan, keperempuanan dan ke-Nasyiahan. NA juga diharapkan bisa bergerak untuk membendung ideology – idelogi yang bertentangan dengan Islam.

“Sekarang ajaran – ajaran atau ideology yang bertentangan dengan Islam sudah masuk ke rumah – rumah kita, NA bergerak di bidang itu, peran NA sangat penting untuk membendungnya dengan akidah yang kuat”, tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan dialog “Say No to LGBT” dengan menghadirkan narasumber Tuti Hardjajani M.Si Psikolog dosen UNS dan Dr. Kinik Darsono dari PCM Jaten. Acara berbentuk paparan dan tanya jawab tersebut berakhir sebelum Dhuhur. (MPI – Oki)

FOTO GALERI: