NEWSKABAR12, SURAKARTA – Kabar duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Raja Keraton Solo, Kanjeng Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII, wafat pada Minggu pagi (2/11/2025) di RS Indriati Solo Baru, setelah beberapa pekan menjalani perawatan akibat sakit.
Kabar meninggalnya PB XIII pertama kali dikonfirmasi oleh kerabat Keraton, KGPH Suryo Wicaksono atau yang akrab disapa Gusti Nino. Ia menyebutkan bahwa kondisi sang raja sempat naik-turun sebelum akhirnya berpulang.
“Iya, betul berita tersebut. Kami terima dari anaknya, Rumbai, beberapa menit lalu. Beliau wafat di RS Indriati Solo Baru. Selama beberapa pekan ini memang dirawat di sana,” ujar Gusti Nino, Minggu pagi.
Gusti Nino menambahkan, selama dirawat, kondisi kesehatan PB XIII kerap berfluktuasi.
“Kondisinya naik-turun. Tadi pagi saya dikonfirmasi langsung oleh putrinya bahwa beliau sudah tiada,” ujarnya.
Kabar duka ini juga dibenarkan oleh Raden Ayu (RAy) Febri Hapsari Dipokusumo, istri KGPH Adipati Dipokusumo. Dalam pernyataan tertulisnya, ia menyebut sang raja berpulang sekitar pukul 07.00 WIB.
“Njih, jam 7 pagi tadi di RS Indriyati,” tulis RAy Febri Hapsari.
Paku Buwono XIII dikenal sebagai sosok yang berupaya menjaga kelestarian tradisi dan martabat Keraton Surakarta di tengah arus modernisasi. Di masa kepemimpinannya, PB XIII berperan aktif dalam memperkuat hubungan budaya antara Keraton dan masyarakat, sekaligus meneguhkan identitas Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa.
Wafatnya PB XIII menandai berakhirnya satu babak dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Hingga kini, pihak keraton belum mengumumkan secara resmi rencana prosesi pemakaman maupun penerus tahta.














