Milad ke-106, PP Muhammadiyah Anugerahkan Award kepada Wapres

0
630
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) menerima penghargaan Muhammadiyah Award dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan). ANTARA/Mohammad Ayudha

Karanganyar, Senin(19/11/2018) – Puncak acara Milad Muhammadiyah ke-106 digelar di Pura Mangkunegaraan, Solo, tadi malam (18/11). Seluruh peserta yang terdiri dari PP Muhammadiyah, perwakilan pengurus Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah se-Indonesia, para warga Muhammadiyah dan tamu undangan hadir termasuk Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Tema besar yang diangkat Muhammadiyah dalam Miladnya adalah “Ta’awun untuk negeri”. Maksud Ta’awun adalah tolong – menolong dan kerjasama dalam kebaikan oleh seluruh elemen bangsa.

Dalam peringatan milad semalam, PP Muhammadiyah juga secara khusus menganugerahkan Muhammadiyah Award kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla atas dedikasinya dalam bidang kemanusiaan dan perdamaian.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan selamat kepada segenap warga Muhammadiyah yang menghadiri perayaan milad tersebut. “Begitu banyak pendidikan, sekolah, rumah sakit, usaha sosial lainnya yang memberikan makna yang besar dan sumbangan yang besar kepada bangsa ini,” ujar Jusuf Kalla dalam sambutannya.

Jusuf Kalla mengatakan, penghargaan terhadap dirinya yang masih menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat PB Nahdlatul Ulama adalah simbol tersendiri semangat ta’awun yang disuarakan Muhammadiyah. Ia juga berharap organisasi lain, bahkan pengelola bangsa, bisa belajar dari Muhammadiyah.

Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah, Hader Nasyir, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah , pemerintah dan pelaku politik untuk bersama – sama bergotong royong membangun negeri.

“Melalui tema tersebut Muhammadiyah membawa pesan kepada seluruh komponen bangsa termasuk pemerintah dan kekuatan politik nasional agar secara kolektif mengerahkan segala daya dalam mengelorakan semangat kemitraan dan tindakan nyata untuk saling menolong dan kerja sama untuk kebaikan, kemaslahatan, dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di hadapan hadirin peringatan milad tersebut.

Haedar menegaskan, selain saling tolong-menolong, sikap ta’awun juga mencegah segala bentuk kerja sama dan konspirasi dalam dosa dan keburukan. Menurut Haedar, Islam menunjung tinggi nilai tolong-menolong antara manusia. Termasuk di dalamnya kerja sama dalam toleransi yang membawa kemaslahatan hidup bersama.

Milad Muhammadiyah ke-106 ini juga bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar yang ke-101 yaitu tanggal 18 November. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, juga tampak hadir dalam kegiatan milad tersebut. Milad ditutup dengan penampilan Ebit G Ade yang menghibur para peserta dengan lagu – lagu andalannya. (MPI PDM Kra – Oew)