Karanganyar – (23/07) MBF, sebuah sekolah yang berkomitmen untuk melestarikan budaya Jawa dan mengembangkan pendidikan pertanian, mengangkat tema “Siap Ngudhi Ilmu Kanthi Esthi Wonten MBF” untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Sebagai sekolah yang mengutamakan adat dan pertanian, MBF berusaha mengenalkan kembali budaya-budaya Jawa yang saat ini jarang diperkenalkan kepada generasi muda.

Dalam kegiatan MPLS, para guru di MBF menggunakan pakaian tradisional Jawa berupa lurik sapit urang, dan para siswa juga diwajibkan mengenakan seragam yang sama. Selain itu, sekolah juga memperkenalkan budaya Jawa lainnya, seperti penggunaan bahasa Jawa dan maskot kambing domba yang mengingatkan pada kepemimpinan Rasulullah SAW dalam menggembala hewan ternak.
Tidak hanya memperkenalkan budaya Jawa, MBF juga mengusung tagline “sekolah beradab dan peduli lingkungan.” Hal ini tercermin dari program-program yang dijalankan sekolah, salah satunya adalah program pilah sampah yang diintegrasikan ke dalam rangkaian kegiatan MPLS. Selain itu, kurikulum pertanian juga telah terintegrasi dengan materi-materi dari Dinas Pendidikan, sehingga siswa dapat memperoleh pembelajaran yang holistik.

Bangunan-bangunan di MBF juga mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Terdapat atap bergaya rumah kasepuhan Jawa Barat, rumah kembar Kalimantan, rumah panjang, serta joglo Jawa Tengah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan siswa tentang kekayaan budaya Indonesia.

Melalui kegiatan MPLS ini, MBF berharap siswa dapat memperoleh kesan pertama bahwa sekolah ini benar-benar mengunggulkan adab, cinta budaya, dan pertanian sebagai ciri khasnya. Selain itu, sekolah juga mengembangkan program-program berbahasa, seperti bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan bahasa Arab, agar siswa dapat memiliki wawasan internasional.
Dalam hal pengelompokan kelas, MBF menggunakan nama-nama negara. Kelas 1 dan 2 menggunakan nama-nama negara Islam, sedangkan kelas 3 dan 4 fokus pada pendidikan dan intelektual dengan nama-nama negara seperti Inggris, Australia, Indonesia, dan Malaysia. Kelas 5 dan 6 diarahkan pada kemandirian dengan nama-nama negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Qatar.

Komitmen MBF terhadap kesehatan dan kebersihan juga tercermin dari kantin sekolah yang hanya menjual makanan tradisional, tanpa adanya makanan junk food. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan siswa dan membiasakan mereka dengan konsumsi makanan yang lebih sehat.














