NEWSKABAR12, Sragen – Pelatihan Inisiasi Masjid Unggulan (IMU) yang diorganisir oleh Lembaga Pengembangan Masjid (LPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, bekerja sama dengan Takmir Masjid Raya Al Falah, telah berhasil dilaksanakan untuk wilayah Solo Raya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari 1 hingga 2 Februari 2025, bertempat di Masjid Raya Al Falah Sragen, dan diikuti oleh masjid-masjid unggulan yang ditunjuk oleh masing-masing Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.
Pelatihan IMU menghadirkan para ahli yang berpengalaman dalam manajemen masjid yang efektif, nyaman, dan bermanfaat bagi umat. Di antara narasumber yang hadir adalah Kusnadi Ikhwani, Ketua LPM PP Muhammadiyah sekaligus Takmir Masjid Raya Al Falah, Muhammad Alan Putra Irawan, Direktur Masjid Raya Al Falah, dan Aji Mahbar, Manajer Masjid Raya Al Falah.
Pada hari pertama, pelatihan dibuka oleh Iskak Sulistya, anggota Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah serta Ketua PDM Klaten. Kegiatan dimulai dengan materi pertama tentang “Mindset Kemasjidan” yang disampaikan oleh Kusnadi Ikhwani. Dalam penjelasannya, Kusnadi menekankan bahwa masjid adalah rumah Allah, dan sebagai takmir serta marbot, mereka berperan sebagai pelayan Allah. Ia menegaskan pentingnya memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah.

“Takmir sejatinya tidak menguasai masjid, tetapi melayani. Melayani tamu Allah sebaik mungkin agar nyaman, betah, dan merasa aman,” ungkap Kusnadi. Ia juga menambahkan bahwa kunci keberhasilan masjid terletak pada keyakinan akan ketentuan Allah, di mana semua usaha takmir untuk memakmurkan masjid akan dimudahkan-Nya, bahkan tanpa dana yang memadai.
Kegiatan dilanjutkan dengan sholat Maghrib dan Isya berjamaah, sebelum masuk ke materi kedua yang disampaikan oleh Muhammad Alan Putra Irawan tentang tata kelola masjid. Ia menyoroti empat poin utama agar masjid ramai dan dicintai jamaah: visi yang jelas, kepemimpinan yang baik, sumber daya manusia yang kompeten, serta pengasuhan yang efektif terhadap pengelola masjid, terutama kalangan muda.
Pada hari kedua, peserta IMU melaksanakan sholat tahajud berjamaah dan tilawatil Qur’an sebelum melanjutkan materi terakhir. Materi tersebut disampaikan oleh Aji Mahbar, yang membahas “Masjid Plan” dan formula untuk memakmurkan masjid. Peserta juga diminta untuk berkolaborasi dengan fasilitator dalam konsultasi mengenai permasalahan yang dihadapi dan program yang ingin disusun selama enam bulan ke depan. Setiap masjid yang berpartisipasi akan dimonitoring oleh fasilitator dan dievaluasi di akhir periode.
Upacara penutupan diadakan pada siang hari setelah materi terakhir. Dalam sambutannya, Kusnadi Ikhwani mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah mengikuti pelatihan IMU.
“Semoga ilmu yang diperoleh dari kegiatan IMU ini dapat diterapkan di masjid masing-masing, dan semoga dilancarkan oleh Allah SWT,” tutupnya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan semua masjid dapat berkontribusi lebih dalam membangun masyarakat melalui pengelolaan masjid yang baik dan profesional.
Kontributor : MPI PDM Karanganyar.