Simpati Duka Cita Bencana Negeri, Lazismu Bersama AMM Karanganyar Gerakkan Filantrophi

0
7

Kabarduabelas.com, Karanganyar. –Tahun 2021 baru berjalan 22 hari, tapi rentenan musibah dan bencana telah terjadi di Indonesia. Musibah dan bencana tersebut datang silih berganti serta menimbulkan korban jiwa.

Misalnya banyaknya ulama, tokoh besar maupun warga sipil meninggal dunia karena pandemi wabah covid-19 yang hampir satu tahun melanda belum tuntas terselesaikan, tanah longsor yang terjadi di Sumedang pada Sabtu (9/1). Pada hari yang sama, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Belum habis kesedihan tersebut, lima hari berselang, banjir besar merendam ribuan rumah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Belum surut banjir di Kalsel, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo menghantam Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) Jum’at kemarin (15/1).

Melihat bencana yang datang beruntun dan banyaknya korban berjatuhan, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazsimu) Daerah Karanganyar bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Karanganyar yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah, melakukan kegiatan filantrophi penggalangan dana kemanusiaan dengan turun ke jalan pada jum’at siang (22/1).

Salah satu pengurus Lazismu Daerah Karanganyar, Sriyanto mengatakan bahwa penggalangan dana bersama sebagai bentuk kepedulian guna membantu meringankan beban korban bencana alam.

“Sesuai arahan Ketua Lazismu Karanganyar, Pak Munfarid, mengintruksikan gerakan serentak Jum’at kemanusiaan guna menggalang dana membantu saudara kita yang terkena bencana Banjir di Kalimantan Selatan dan Gempa di Sulawesi Barat. Alhamdulillah penggalangan dana turun kejalan bersama AMM hari ini tadi terkumpul sekitar Rp. 7 juta. Dana yang terkumpul selanjutkan akan di kirim ke Lazismu Jawa Tengah yang kemudian akan diserahkan kepada korban bencana”, ujarnya.

Dikatakan Sriyanto, beberapa titik yang dijadikan lokasi bagi pihaknya dalam penggalangan dana ini, meliputi titik-titik atau simpang yang dinilai ramai kendaraan yang melintas. Diantara titik yang dijadikan lokasi pihaknya turun ke jalan dan meminta sumbangan dari warga, adalah seperti di simpang lampu merah jalan Papahan dan Bejen. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan penggalangan dana turun kejalan bersama AMM akan dilakukan terus setiap hari Jum’at.

Salah satu relawan AMM pada penggalangan dana kemanusiaan, Marcelia Ningrum mengaku sangat antusias ikut terjun menjadi pegiat filantrophi penggalangan dana kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian atas bencana yang terjadi.

“Penggalangan dana yang kita lakukan ini, merupakan bentuk kepedulian kita terhadap musibah yang diderita saudara-saudara kita di Kalimatan Selatan dan Sulawesi Barat. Mudah-mudahan dengan upaya dan sumbangan yang kita berikan ini, turut meringankan penderitaan mereka”, katanya.

Berdasarkan pantauan kabarduabelas.com, pasca terjadinya banjir di Kalimantan Selatan dan Gempa di Sulawesi Barat beberapa hari yang lalu, penggalangan dana yang dilakukan oleh Lazismu Daerah Karanganyar terus dilakukan, bahkan setiap Kantor Layanan Lazismu diintruksikan mendukung kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian atas musibah yang terjadi. (Sapzz)

Bagikan