Rekatkan Silahturahmi Lewat Si Kulit Bundar, KOKAM Surya Lawu Adu Skill dengan MTA Old Star

0
226

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus momentum bulan Syawal, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Surya Lawu Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Karanganyar berkunjung ke Pondok Pesantren Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Sabtu(29/5).

Selain mempererat tali silaturahmi antar dua ormas besar di Kabupaten Karanganyar, kunjungan kali ini tidak biasa. KOKAM Surya Lawu datang dengan squad kesebelasan sepak bolanya mencoba adu skill dengan MTA Old Star.

Di lapangan Ponpes MTA, KOKAM Surya Lawu di sambut MTA Old Star. Mereka beradu skill mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Permainan sepak bola kedua belah pihak berlangsung seru. Mereka bersemangat untuk memasukkan bola lebih dulu ke gawang lawan. Babak demi babak berjalan begitu sengit. Tapi fair play tetap dijaga.

Tak pelak, pertandingan persahabatan itu mampu mencuri perhatian publik, karena Pimpinan Pusat MTA, Ustadz Nur Kholid turun ke arena rumput hijau untuk ikut bermain bola.

Ditemui awak media setelah pertandingan, Aan Shopuanuddin, selaku salah satu senior KOKAM Karanganyar menyampaikan pertandingan ini bukan untuk ajang mencari saingan apalagi meremehkan lawan. Namun tujuan utamanya sebagai wujud mempererat tali silahturahmi.

“Muhammadiyah dan MTA merupakan organisasi keagamaan yang besar di Indonesia, khususnya di Karanganyar. Maka silahturahmi antar keduanya harus dijaga” jelas Aan.

“Apalagi sepak bola merupakan salah satu olahraga yang cukup efektif untuk dilaksanakan selama pandemi” tambahnya.

Aan, sapaan akrab tokoh pemuda yang juga Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah Bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga ini, menegaskan sinergi antar ormas perlu dijalin dalam menjaga kebangsaan.

“Tentu silahturahmi kali ini tidak hanya bertemunya MTA dan Muhammadiyah, tapi juga sebagai bentuk pengokohan kekuatan bangsa, Muhammadiyah dan MTA merupakan organisasi yang memiliki basis masa yang besar, maka harus kuat.”, ungkap Aan, yang juga Anggota DPRD Karanganyar.

Dalam pertandingan ini, KOKAM Surya Lawu Karanganyar harus mengakui keunggulan MTA Old Star 0 : 2. Hasil bukan menjadi tolok ukur apalagi menang kalah. Yang lebih utama dari pertandingan tersebut adalah silaturahmi dan kekompakan.

Menariknya, pada pertandingngan tersebut seluruh pemain mendapatkan kepuasan yang sama. Tidak ada pembatas antara pemain yang jago dengan yang punya skill pas-pasan. Semua pemain mendapat giliran untuk merumput.

Setelah pertandingan usai, MTA menjamu KOKAM yang di pimpin langsung oleh Ustadz Nur Kholid, sebagai ketua baru MTA yang menggantikan Almarhum Ustadz Sukino. (Yf/Sapzz)

Bagikan