Berita Daerah

Peletakan Batu Pertama MIM AKA Mojogedang Bertabur Pejabat

KARANGANYAR – Ditengah ketidak pastian jadwal tatap muka proses belajar mengajar akibat pandemi Covid 19 tidak menyurutkan semangat warga dan Pimpinan Muhammadiyah Cabang Mojogedang Kabupaten Karanganyar untuk berinovasi di dunia pendidikan. Setelah beberapa waktu lalu mendirikan SDM Program Unggulan Baitul Falah, Jum’at (03/07) kembali PCM Mojogedang melakukan Peletakan Batu Pertama Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Akhlakul Karimah (MIM AKA) oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Yang menarik dalam prosesi peletakan batu pertama MIM yang berlokasi di Dusun Pendek RT 04 RW 04 Desa Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar ini adalah hadirnya bupati yang tidak saja didampingi Forkompinca Kecamatan Mojogedang, namun juga diikuti oleh banyak pejabat “teras” Pemkab Karanganyar.

“Dari sekian banyak peresmian Amal Usaha Muhammadiyah Pendidikan Dasar di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar yang saya ikuti, baru kali ini dihadiri sedemikian banyak pejabat dari Pemkab hingga Desa. ” Kata Ketua PDM Karanganyar Muh Samsuri dalam sambutannya.

Bupati Juliyatmono dalam amanah sambutan peletakan batu pertama MIM AKA menyambut baik dan bersyukur karena Amal Usaha Muhammadiyah yang “subur ngremboko” utamanya bidang pendidikan yang selama ini senantiasa bersinergi dengan Pemkab dan Kemenag Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmon, didampingi Ketua PDM Kafanganyar Muh Samsuri dalam peletakan batu pertama MIM AKA

Bupati yang juga kader Muhammadiyah tersebut selain mendorong peningkatan “wirid” Muhammadiyah berupa sedekah juga memyampaikan obsesinya agar setiap kampung atau desa ada generasi hafidz Qur’an.

“Kepada pak Lurah dan Kades ayo bantu cari anak-anak yatim yang mau dididik, kita sekolahkan agar hafal Al Qur’an setelah itu mereka diminta untuk tetap tinggal di desa untuk mendidik anak-anak yang lain. Biar masyarakat kita lebih berkah.” Kata Bupati Karanganyar dua periode ini.

“Kita didik anak-anak menjadi sholih yang menguasai teknologi dan cinta tanah air sebagai investasi masa depan,” tegas Juliyatmono.

Pantauan di lokasi peletakan batu pertama MIM AKA Mojogedang setidaknya hadir Kepala Kemenag, Asisten I Pemkab, Kadisdagnakerkop, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kadisdikbud, Kabag Protokoler dan beberapa pejabat lain termasuk Forkompinca dan Pemdes Mojogedang. Adapun dari Muhammadiyah selain warga Mojogedang juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar beserta pleno, beberapa majelis, lembaga dan Ortom.

MIM AKA Mojogedang Karanganyar menggunakan tanah wakaf 1.200 meter persegi dari Harun Joko Prayitno seorang Profesor dan Dekan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) beserta Suparjo salah satu Pimpinan di Muhammadiyah Mojogedang. Guru besar UMS ini sebagai motor sekaligus inisiator berdirinya MIM AKA di Mojogedang, setelah SDM Baitul Falah Mojogedang diinisiasi dan dimotori Sutrisno yang Guru Besar UAD Yogyakarta. (MPI PDM Kra-JOe).

Facebook Fanpage

Suara Warga

Suarakan kabar anda di Twitter dengan hastag #kabarduabelas , otomatis muncul di bawah ini.